Jaksa Limpahkan Perkara Pembunuhan Pensiunan TNI

0
385
Abdul alias Bedul (kiri) memperagakan cara mengamisi korban bersama dengan Rasyid (almarhum) saat rekontruksi.f-dok/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kejaksaan Negeri Tanjungpinang telah melimpahkah berkas kasus pembunuhan Arnold Tambunan merupakan pensiunan TNI Angkatan Laut ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Dengan tersangka Abdul alias Bedul, Kamis (27/6).

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Tanjungpinang, M Amriansyah mengatakan berkas perkara pembunuhan dengan tersangka Abdul sudah kita serahkan berkas kepada Pengadilan untuk disidangkan.

”Semalam (kemarin) kita kirimkan berkasnya ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang,” katanya.

Menurutnya, jaksa yang menyidangkan Nolly Wijaya. Pasal yang disangkakan yakni pasal 340 junto 338 junto 55 ayat 1 ke 2.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negri Tanjungpinang, Santonius Tambunan menyebutkan, perkara pembunuhan dengan terdakwa Abdul sudah diregister dengan nomor perkara 190/pid.B/2019/PN TPG.

”Namun untuk hari persidangan dan majelis hakim belum ditentukan,” ujarnya. Sebelumnya, Arnold Tambunan purnawirawan TNI AL tewas pada saat kedua tersangka Rasyid dan Abdul menghajar korban secara bertubi-tubi dengan menggunakan besi tenda.

Baca Juga :  Timbulkan Bau Tak Sedap, Minta Dibenahi

Hal ini terlihat dari adegan nomor 16 sampai 18 pada rekontruksi pembunuhan korban di rumah sekaligus tempat usaha Rasyid di Jalan Menur, Gang Juang nomor 15 C, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Senin (11/3).

Dalam adegan, satu hari sebelum kejadian pembuatan itu, kedua tersangka membicarakan untuk merencanakan akan membunuh korban. Kemudian keesokan harinya, pada adegan 2 sampai 4, kedua tersangka menunggu korban datang untuk menagih hutang. Setelah korban datang kedua tersangka turun.

Kemudian korban bersama tersangka Rasyid duduk di belakang bengkel sambil membicarakan hutangnya. Setelah itu pada adegan ke 8, tersangka Rasyid melakukan pemukulan pertama pada wajah korban sebelah kiri. Setelah itu pada adegan 9 sampai 10 korban terjatuh ke belakang sehingga kursi yang dipakai korban terbalik juga.

Kemudian pada adegan 11, tersangka Rasyid memukul lagi dengan menggunakan besi tetapi korban berhasil menangkis dengan tangan kanan. Pada adegan 12 korban bangkit dan berjalan sambil kesakitan ke arah hutan.

Baca Juga :  Lorong Gambir Butuh Perhatian Pemko

Selanjutnya pada adegan 13, 14 dan 15 Abdul berlari datang dari belakang dan mengambil besi yang sudah dipersiapkan untuk membantu Rasyid memukuli korban. Begitu juga dengan Rasyid berlari untuk mengejar korban. Karena pada saat itu hujan dan jalan licin, sehingga korban terjatuh.

Pada adegan 16 sampai 18 inilah, tersangka Rasyid memukul korban pada bagian punggung, kemudian tersangka Abdul ingin memukul kepala, korban menangkis dengan tangan

Disaat korban terjatuh, kedua tersangka memukul bersama – sama.

Tepatnya pada adegan 18, tersangka Rasyid memukul korban pada bagian tangan, wajah dan dada sedangkan tersangka Abdul memukul pada bagian perut dan kaki.

Selanjutnya pada adegan 20, kedua tersangka membuang besi. Kemudian pada adegan 21, tersangka Rasyid memeriksa hidung untuk memastikan korban sudah benar-benar meninggal atau belum.

Baca Juga :  Pelindo Terima Penghargaan dari Kemenhub

Setelah itu pada adegan 22 tersangka Rasyid pegang tangan korban dan menyuruh tersangka Abdul untuk membuka septi tank sambil memberi tahu kalau korban sudah tidak bernyawa. Karena sudah meninggal pada adegan 23 sampai 25 mengambil martil dan pahat sebagai alat untuk membuka septic tank atas suruhan Abdul.

Pada adegan 26 sampai 30, tersangka Abdul mencoba untuk membuka septic tank, namun tidak bisa sehingga meminta bantuan tersangka Rasyid. Setelah itu 31 kedua tersangka menuju korban yang terdapat di hutan.

Pada adegan 32 sampai 42 korban diikat yang selanjutnya dimasukan ke dalam plastik jas hujan dengan cara diseret dan korban di angkat kedua tersangka hingga akhirnya dimasukan ke dalam septic tank. Selanjutnya septic tank itu ditutup. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here