Jaksa Syafii Ditahan Kajati Kepri

0
1694
Digiring ke Rutan: Oknum jaksa yang terlibat korupsi saat digiring ke Rutan oleh pihak Kejati Kepri, kemarin f-raimon/tanjungpinang pos

Korupsi Dana Askes PNS dan THL

TANJUNGPINANG – Kejaksaan Tinggi Kepri menjebloskan mantan Jaksa Datun Kejaksaan Negeri Batam, M Syafii ke sel tahanan Rutan Tanjungpinang. Syafii ditahan karena korupsi dana Asuransi Kesehatan (Askes) dan Jaminan Hari Tua PNS dan THL Kota Batam senilai Rp 55 miliar, Senin (16/10).

Sebelum ditahan, Syafii diperiksa selama lebih kurang sembilan jam mulai pukul 10.00 hingga pukul 19.30. Syafii keluar dari ruangan penyidik dan digiring menuju mobil operasional Kejati Kepri untuk dititipkan di Rutan Kelas I Tanjungpinang.

Kepala Kejati Kepri Yunan Harjaka mengatakan, penahanan terhadap Syafii dilakukan sesuai hasil analisa tim penyidik, guna mempercepat proses penanganan perkara tersebut. Disamping itu yang bersangkutan sendiri dinilai tidak koperatif selama ini. “Penyidik berpendapat, tersangka ditahan untuk mempercepat proses penanganan perkara,” katanya.

Terkait status tersangka lainnya, yakni M Nasihan, kuasa hukum BAJ belum dilakukan penahanan. Sebab ia mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka.

Baca Juga :  Koalisi Anak Pinang Tantang Calon Petahana di Pilwako

Meski demikian Kajati Kepri menyatakan segara memproses sebagaimana mestinya dan telah dilakukan pencekalan untuk ke luar negeri, melalui pihak Kejaksaan Agung (Kejagung). “Kita akan proses secepatnya, dan yang bersangkutan M Nasihan telah dilakukan pencekalan,” sebutnya.

Kajati menilai ketidakhadiran tersangka M. Nasihan dalam pemanggilan penyidik merupakan perlawanan dan tidak memiliki kesadaran hukum. “Sudah beberapa kali dipanggil secara layak, baik sebagai saksi dan sebagai tersangka. Tapi sampai saat ini yang bersangkutan M. Nasihan tidak pernah hadir,” ungkapnya.

Menyusul mangkirnya pengacara PT BAJ Batam yang telah ditetapkan tersangka, memaksa penyidik Kejati Kepri untuk melakukan pencariaan. “Saat ini tersangka sedang kami cari terus,” tegasnya.

Hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sebanyal 15 orang saksi Diantaranya Direktur PT BAJ, Agus Hartadi dan Suhardi selaku Kepala Tata Usaha (TU) Asuransi BAJ Distrik Batam saat itu. Kemudian Kepala Cabang (Kacab) BAJ wilayah Sumatera, Riau dan Jambi, Desi termasuk mantan Walikota Batam, Ahmad Dahlan dan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Batam, Agussahiman.

Baca Juga :  Imigrasi Tanjungpinang Deportasi 191 WNA

Kemudian sejumlah pejabat Pemko Batam lainya, yakni, Abdul Malik, Kabag Keuangan Pemko Batam periode 2011 hingga sekarang, Raja Muchsin, mantan Kabag Keuangan Bendahara Umum Daerah Pemko Batam periode 2008 dan Eko Wiyono dan Bendahara Gaji pada Bagian Keuangan Setda Kota Batam periode 2011-2013.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Kepri telah menetapkan oknum pengacara PT BAJ, M Nasehan dan mantan Jaksa Datun Kejari Batam, M Syafii, sebagai tersangka dalam korupsi Rp55 miliar dana Akses dan JHT PNS Pemko Batam.

Penetapan dua tersangka itu dilakukan atas terpenuhinya sejumlah alat bukti dalam penyelewengan dan penyalahgunaan Rp 55 miliar dana kewajiban PT BAJ ke Pemko Batam yang ditempatkan dalam rekening bersama escrow account dan dipindahkan ke rekening lain yang dibuat tersangka M Nasihan dan M Syafii.

Baca Juga :  Sabu-sabu Disimpan di Brangkas Sat Narkoba

Pembuatan rekening penampung escrow account bersama dalam menampung kewajiban PT BAJ ke Pemko Batam itu, dilakukan sambil menunggu putusan pengadilan atas perkara aquo yang memiliki kekuatan hukum tetap.

Atas penampungan dana itu, kedua tersangka M Nasihan dan M Syafii ternyata kembali membuka rekening giro atas nama kedua tersangka tanpa diketahui Pemko dan PT BAJ Batam.

Selanjutnya Rp 55 miliar dana kewajiban PT BAJ yang disimpan di rekening escrow account penampung itu, dipindahbukukan kedua tersangka ke rekening giro yang dibuat dan dilakukan penarikan atas nama kedua tersangka sebanyak 31 kali. Atas perbuatannya, tersangka M Nasihan dan M Syafei dijerat dengan Pasal 3 jo Pasal 8 UU nomor 21 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here