Jalan Banyak Rusak Warga Minta Satker yang Perbaiki

0
185
TAK MULUS: Para pengendara mengeluhkan kondisi jalan nasional yang banyak coran semen, seperti di Jalan D.I Panjaitan Batu 9, Tanjungpinang. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Banyak jalan nasional yang sudah rusak. Disebabkan, adanya penggalian yang dilakukan PDAM Tirta Kepri. Hal ini sangat dikeluhkan pengguna jalan, merasa tak nyaman sata melintasi jalan tersebut. Bahkan tak menutup kemungkinan menimbulkan kecelakaan.

Masyarakat meminta Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Kepri segera memperbaiki. Ketua Teknik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN Wilayah I Provinsi Kepri, Hermawan kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (5/10) mengakui sudah sering menerima laporan tersebut. Bahkan mengaku geram dengan prilaku PDAM Tirta Kepri.

Sesuai ketentuan, pihak PDAM Tirta Kerpi boleh menggali jalan untuk perbaikan pipa yang bocor. namun harus kembali memperbaiki. Kini malah meninggalkan kerusakan jalan yang membuat masyarakat tak nyaman.

Kawasan jalan nasional yang rusak diantaranya, di Panjaitan Km 8 hingga Km 10 Tanjungpinang. Bukan hanya di satu titik yang dirusak, melainkan banyak. Kini ada sekitar lima sampai enam pengalian dalam satu lokasi.

Belum lama ini, pihak PDAM kembali merusak jalan raya di simpang Jalan Hang Lekir, Km 10 Tanjungpinang. ”Geram kita lihat bekas galian pipa PDAM. Membuat jalan tak rapi,” tuturnya.

Ia mengatakan, bekas galian pipa PDAM hanya ditutup menggunakan cor atau semen ditambah batu kerikil dan air. Ini yang membuat jalan tak rata kembali. Sebenarnya tidak masalah, asalkan teknik pelaksanaanya benar.

Bekas lubang galian pipa PDAM tak hanya cukup di cor saja. Tetapi, perlu ditutup menggunakan aspal. Supaya tidak terlihat bekas galian pipa PDAM.

Menutup lubang menggunakan aspal yang belum dilakukan oleh PDAM. Padahal, pihak Satker sudah berapa kali mengirim surat teguran kepada PDAM, untuk menutup bekas galian kembali menggunakan aspal.

”Kemarin, pihak PDAM minta bantuan ke kita yang mengaspal. Alasannya, mereka tidak punya aspal,” uap dia. Ia berjanji membantu PDAM untuk menututupi bekas lubang galian pipa tersebut. Rencananya akan dilaksanakan di pertengahan Oktober 2017 ini.

”Mudah-mudahan, dipertengahan Oktober ini, ada kawan kita kontraktor yang melakukan kegiatan pengaspalan. Semua biaya ditanggung oleh pihak PDAM. Ya, kisaran kurang Rp 20 jutaan gitu. Karena saya belum mengitung besar bekas galian hingga ketebalan aspal menutupi lubang itu,” sebut dia.

Terkait hal ini tinggal proses, guna memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan. Ia mengaku sudah banyak yang mengeluh dan menilai wajar segera diperbaiki.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here