Jalan Berlubang, Warga Tanam Pisang

0
438
Jalan tanah berlubang di tanami pohon pisang

TANJUNGPINANG – Warga RT 2/RW4 Kelurahan Senggarang bertahun-tahun menderita karena jalannya masih tanah. Jika hujan turun, jalannya becek dan sulit dilalui.

Bahkan kawasan itu banyak lubang, akhirnya warga menanam pohon pisang di tengah jalan. Pisang ini pertanda ada lubang di situ.

Bahkan tak jarang warga yang terpeleset saat jalan kaki akibat jalan licin. Pengendara roda dua juga bisa jatuh bila tidak hati-hati karena licin.

Menerima laporan itu, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Reni turun ke lapangan karena menerima pengaduan dari masyarakat sekitar.

Baru-baru ini, ada warga pengendara roda dua terjatuh saat melintasi jalan sepanjang 500 meter tersebut yang mengakibatkan gendang telinganya pecah.

Ia turun ke lokasi bersama lurah setempat didampingi petugas Dinas Pekerjaan Umum yang melakukan penambalan lubang di jalan tersebut, Kamis (13/9) pagi.

Terkait persoalan itu pun sudah disampaikan ke dinas terkait yaitu Pekerjaan Umum melalui Bidang Bina Marga (BM).

Dari hasil komunikasinya, Kabid BM PU Kota Tanjungpinang, Zulhairi menuturkan, tidak ada alokasi anggaran swakelola ataupun pekerjaan memperbaiki atau membuat jalan dari aspal maupun semenisasi di lokasi itu.

Meski demikian, sebagai bentuk perhatian pemerintah, pihaknya akan menambal sementara lubang-lubang jalan tanah tersebut agar warga pejalan kaki maupun pengendara roda dua tidak terperosok dan jatuh.

”Saya sudah komunikasikan dengan Pak Zulhairi, kebetulan bisa mengusahakan sedikit aspal untuk mengeraskan beberapa jalan berlubang yang kalau becek tidak kelihatan. Jadi warga terperosot ke lubang itu,” ujar Reni kepada Tanjungpinang Pos.

Persoalan di kawasan itu sudah komplek, perlu duduk bersama dengan beberapa pemangku kebijakan untuk menyelesaikannya.

Diantaranya, koordinasi bersama Provinsi Kepri terkait apakah kawasan tanah di sekitar jalan tersebut bisa segera direklamasi mengingat pascatambang.

”Ini perlu duduk bersama membahas, sebab jika hanya memperbaiki jalan lalu tanah di sekitar itu masih terbiar demikian maka saat hujan mengguyur, tanahnya juga akan turun dan meluap ke drainasenya. Jadi penyelesaikannya perlu pembahasan  pihaknya pihak-pihak terkait. Kita berharap Dinas PU beserta OPD terkait bisa berkoordinasi menyampaikan ke provinsi,” tuturnya.

Reni menuturkan, di lokasi itu, ia sangat miris melihat tanda pengingat ada lubang, warga meletakkan batang pohon pisang. Sehingga saat berjalan, warga sudah mengetahui di titik itu ada lubang. Tak kalah membuat prihatin, beberapa warga juga mengeluh, bahwa lumpur tanah tersebut juga merembes ke beberapa rumah warga.

“Dari hasil komunikasi tadi, saat hujan turun beberapa rumah juga terkena lumpur tanah. Kita mencoba komunikasikan untuk penyelesaiannya,” paparnya.(dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here