Jalan Cenderawasih Banjir Lumpur

0
111
Pengendara sepeda motor melintas di jalan Cenderawasih yang dipenuhi lumpur setelah banjir, Selasa (11/9). f-andri/tanjungpinang pos

Banjir yang membawa lumpur tebal usai hujan deras mengakibatkan ruas Jalan Cenderawasih Batu 8 Atas jadi becek, Senin (10/9).

TANJUNGPINANG – Jalan itu, selalu dipenuhui lumpur ketiga turun hujan. Namun, Pemko dan Pemprov Kepri belum juga memperhatikan dan mencarikan solusinya. Sudah berkali-kali anggota DPRD Tanjungpinang turun di lokasi tersebut, tapi tetap saja banjir.

Banjir lumpur itu, disebabkan adanya pembangunan perumahaan yang dilakukan salah satu pengembang atau developer. Drainase juga tersebut karena lumpur, air jadi tidak lancar menggalir. Jalan tersebut mulai berlumpur sejak Senin (10/9) dan hingga Selasa (11/9). Tapi, terparah saat turun hujan Senin (10/9) lalu. Jalan ini baru bisa dilalui kendaraan, setelah Dinas Pekerjaan Umum (PU) menurunkan alat berat.

”Alhamdulillah, ada dari Dinas PU yang sudah membersihkan lumpur di jalan sini (Cendrawasih, red). Jadi, sekarang kita sudah bisa lewat jalan sini,” ucap Tono kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (11/9).

Tono, salah satu warga yang tinggal di Jalan Cendrawasih, mengatakan, lumpur menutupi jalan raya tidak hanya terjadi sekali ini saja. Setiap hujan turun, pasti lumpur bakal menutupi jalan raya.

Lumpur yang menutupi jalan raya berasal dari tanah kosong berada di perumahan yang sedang dibangun oleh developer. ”Sebelumnya, anggota dewan Tanjungpinang rajin turun ke lokasi ini, untuk meninjau kalau jalan penuh lumpur. Tapi, tetap saja tak ada solusi dari DPRD maupun Pemko,” ucap dia sambil menunjukkan raut wajah kecewa.

Ia berharap, anggota Dewan dan Pemko Tanjungpinang tidak hanya meninjau lokasi lumpur saja. Tetapi, bisa memberikan solusi kepada pemerintah, untuk mengatasi jalan tersebut. Jangan hanya, anggota dewan sudah turun, sudah selesai tugasnya, sebagai wakil rakyat. ”Anggota dewan rajin turun ke lokasi banjir lumpur, tapi jangan solusinya. Jangan rakyat kecil menjadi korban,” sebut dia.

Senada juga disampaikan, Lastro, warga kawasan di Perumahan Patung Kuda, mengatakan, setiap lumpur menutupi jalan raya, pasti pengendara sepeda motor menjadi korban. Pasalnya, jalan tersebut licin. Kadang ada pengendara jatuh, karena tidak hati-hati.

”Pernah ibu-ibu membawa anaknya jatuh di lumpur itu. Kasihan betullah. Pemko dan DPRD jangan diam saja. Kasih tegas develepor yang melanggar aturan,” ucap dia.

Ia berharap, mulai dari sekarang, Pemko mencarikan solusinya. Minimal, memanggil pengusaha developer, bagaimana cara mengatasi, ketika turun hujan, jalan tersebut tidak banjir lumpur lagi.

”Kalau pemerintah dan dewan tidak serius tangani, beginilah jadinya. Warga kecil jadi korbannya,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruangan (PUPR) Kota Tanjungpinang, Hendri mengatakan, pihaknya sudah membersihkan lumpur yang menutupi jalan raya berada di Jalan Cendrawasih.

Kemudian, Dinas PUPR Kota Tanjungpinang juga sudah menggali hingga terlihat drainase di daerah genangan lumpur tersebut. Supaya air bisa mengalir dan lumpur tidak lagi menggenangi jalan raya tersebut.

”Kita meminta pengembang untuk tanggungjawab terhadap lumpur yang sudah menggenangi jalan raya itu,” kata Hendri. Memang, lanjut dia, pengembang sudah membangun box culvert serta membersihkan drainase di sekitaran genangan lumpur tersebut. Cuman, masih juga terjadi genangan lumpur di jalan raya tersebut.

”Coba tanya ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) soal izinnya. Ada tidak developer membangun perumahan mengantongi izin,” saran dia kepada awak media ini.

Kemudian, saran dia lagi, untuk tanya ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang terkait dampak lingkungan di sekitar pengembang.

”Tanya saja izinnya ke DLH,” sebut dia.

Terpisah, Kepala DLH Kota Tanjungpinang, Yuswandi sempat menerima panggilan masuk dari awak media ini. Namun, dirinya mengaku tidak mendengar suara awak media yang sedang konfirmasi dengannya.

”Hallo, tidak dengar suaranya,” singkat Yuswandi.

Hingga berita ini terbit, Yuswandi belum memberikan keterangan saat dihubungi kembali oleh awak media ini.

Begitu juga dengan nomor handphone Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM dan PTSP) Kota Tanjungpinang, Hamalis tidak aktif saat dihubungi oleh awak media ini. (ANDRI – DESI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here