Jalan Kampung Baru Tak Layak

0
764
WARGA Desa Kuala Maras di Kecamatan Jemaja Timur ketika melaksanakan pekerjaan Batu Miring sebelum ditimbun sebagai akses jalan di pemukiman warga.F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

Sejumlah jalan yang ada di kota Tarempa dinilai sangat membahayakan. Pasalnya, jalan yang ada tersebut banyak tanjakan yang terlalu terjal yang membahayakan pengendara.

ANAMBAS – Oleh karena itu, acap kali kali terjadi kecelakaan lalu lintas dan banyak memakan korban baik itu warga pribumi maupun pendatang. Salah satu jalan yang sangat rawan yakni Jalan Kampung Baru Tarempa.

Jalan ini merupakan jalan pintas, yang menghubungkan kota Tarempa menuju Dusun Batu Tambun desa Tarempa Selatan. Kondisi jalan tersebut selain sempit, juga terjal sehingga banyak sekali korban kecelakaan di jalan itu.

Selama kurang lebih dua tahun terakhir, sudah belasan sepeda motor jatuh. Kasat Lantas Polres Anambas AKP Sayono menjelaskan, jika kondisi fisik jalan tersebut memang sangat tidak layak sehingga sangat membahayakan jika dipaksakan untuk dilalui. Namun, karena warga tinggal disana maka jalan tersebut tetap dimanfaatkan meskipun membahayakan.

Baca Juga :  Wisata Anambas Seperti Raja Ampat

”Kalau dibilang layak atau tidak, memang jalan itu tidak layak tetapi ada pemukiman penduduk jadi tetap dimanfaatkan,” ungkap Sayono, kemarin.

Menurutnya, yang membahayakan itu ketika kendaraan dari atas kebawah kalau rem tidak bagus bisa kecelakaan karena kondisi jalan kecil, licin terjal dan banyak tikungan. Belum lagi jalan tersebut tidak ada lampu jalan, sehingga jarak pandang sangat terbatas. ”Kalau dari bawah ke atas tidak terlalu bahaya,” ungkapnya lagi.

Menanggapi hal ini Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kepulauan Anambas Khairul Anwar menjelaskan, jalan Kampung Baru Tarempa tersebut merupakan jalan lama dan sekaligus jalan utama sebelum jalan Tarempa-Rintis dibangun.
Pembangunan jalan itu sudah lama sekali, yakni dilakukan pembangunan sekitar tahun 1990-an.

Baca Juga :  Bupati Telusuri Isu Jual Beli Pulau

”Sejak tahun 1992 yang lalu saya di Anambas, jalan itu sudah ada dan itu jalan utama kala itu,” ungkapnya.

Dirinya mengakui jika kondisi jalan saat ini, sudah tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan. Mengenai perawatan atau pelebaran jalan sulit sekali untuk dilakukan karena sudah banyak pemukiman warga ditepi jalan itu. Sehingga, pelebaran jalan tidak bisa dilakukan selain itu alat berat juga tidak bisa masuk ke dalam.

”Jalan itu sulit dibangun ulang atau diperbaiki, karena kondisinya yang tidak memungkinkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pasar Tidak Difungsikan, Kembalikan Uang ke Negara

Dirinya juga membenarkan, sudah banyak sekali kendaraan jatuh di jalan itu.
Termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, ketika masih menjadi kepala dinas PUPR.

Namun demikian, meskipun sulit dilakukan perbaikan tetapi pihaknya akan mencoba menyampaikan kepada pimpinan agar masalah ini dibahas bersama untuk dicari solusinya.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here