Jalan Kampung Merak Belum Diaspal

0
744
DIASPAL:Para pekerja saat mengaspal jalan di Tanjungpinang tahun lalu.F-ADLY/TANJUNGPINANG POS

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Kota Tanjungpinang sudah menerima perencanaan usulan pengaspalan jalan di wilayah RW003 Kelurahan Batu IX Tanjungpinang dari warga.

TANJUNGPINANG – Panjang jalan yang akan di aspal 1.350 meter dan lebar sekitar 5 meter. Dengan rencana anggaran Rp6,7 miliar. Akses jalan nanti ini menghubungkan dari Kampung Merak ke Kampung Suka Maju dari RT002, RT003 dan RT005/ RW003 hingga jalan protokol menuju ke Dompak.

”Perencanaan sudah kita terima. Tapi Pos anggarannya belum masuk di APBD 2018 mendatang. Bisa saja dianggarkan di APBD Perubahan 2018 atau di ABPD 2019 mendatang,” kata Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Bidang Bina Marga (BM) Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Zulkarnain didampingi Kepala Dinas Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Hendri, kemarin.

Baca Juga :  200 Warnet Tak Punya Izin

Kata Zulkarnain, pelaksanaan pengaspalan belum bisa dipastikan akan dikerjakan tahun depan atau tahun depan. ”Kalau ada anggarannya tidak salahnya kita aspal jalan tahun depanni,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Hendri menambahkan perencanaan pengaspalan masih terus di bahas. Warga sudah meminta agar jalanya di aspal namun belum masuk anggaran tahun depan.

Ia masyarakat sudah mengusulkan tapi karena kendala dana belum bisa diwujudkan. Namun, pemerintah tidak tinggal diam, terus berusaha agar bisa dianggarkan di APBD perubahan 2018 atau mengunakan dana alokasi khusus (DAK) dari APBN.

Ditempat terpisah, Lurah Batu IX Tanjungpinang, Fery Andana mengatakan jalan yang akan diaspal sudah dipotong bukitnya oleh masyarakat setempat. Dan berterima kasih kepada Jamal Adi Susanto, memiliki inisiatif sendiri bersama warga, memotong bukit untuk jalan tersebut. Namun, ia minta agar Jamal mau mengurus surat izin timbun. Apa bila ingin menimbun tanah di daerah tempat tinggalnya.

Baca Juga :  Hari Ini, Suzuki XL7 Sudah Bisa Dibeli

”Karena aturannya seperti itu. Siapa yang mengambil tanah dari satu tempat ke tempat lainnya, harus ada surat izin timbun. Kita stop karena Pak Jamal belum mengurus surat izin timbun,” kata Fery Andana kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (28/12).

Fery mengaku tidak melarang Jamal untuk memotong hingga mengambil tanah bukit tersebut. Hanya saja, ia sayangkan Jamal tidak mau mengurus surat izin timbun terlebih dahulu. ”Tak apa dia gali dulu hingga rata. Tapi, sambil mengurus surat izin timbunnya. Jangan tidak diurus. Ini yang saya tidak mau,” sebut dia.

Baca Juga :  Pegawai Pemprov Ancam Laporkan Gubernur Kepri ke MK

Saat itu juga, Jamal Adi Susanto mengatakan, ia tidak mau mengurus izin timbun. Karena dirinya belum ada rencana untuk ingin membangun perumahan di tanah miliknya. ”Saya hanya niat ingin membantu warga saja. Karena warga berkeinginan jalan tersebut segera di aspal,” tegasnya.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here