Jalan Lingkar Dikerjakan PT Gunakarya

0
311
maket jembatan lingkar Tanjungpinang yang mulai dibangun tahun ini oleh Pemprov Kepri. f-istimewa

PT Gunakarya Nusantara yang berdomisi di Bandung, Jawa Barat jadi pemenang tender pengerjaan pembangunan Jalan Lingkar Gurindam 12 Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Pembangunan jembatan lingkar ini ditargetkan rampung pada tahun 2020 nanti. Biaya pembangunan tahun ini sebesar Rp98 miliar, tahun 2019 sebesar Rp211 miliar dan tahun 2020 sebesar Rp198 miliar. Proyek ini dikerjakan multiyears.

Proyek Gurindam 12 berbentuk penimbunan kawasan Tepi Laut, mulai dari pelabuhan Sri Bintan Pura sampai depan SMAN 5 Tanjungpinang.

Selanjutnya, dari SMAN 5 menuju Mako Lantamal IV akan dibangun jalan di atas laut dengan konstruksi tiang panjang.

Dari Mako Lantamal IV, ruas jalannya tetap mengikuti jalan Yos Sudarso, jalan Wiratno dan berbelok ke Jembatan I Pulau Dompak lalu terus ke Wacopek Bintan.

Dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, dibangun jalan layang menuju Pelantar I dan II menuju Marina, jembatan menuju Pulau Bayan dan Kampung Bugis, lalu terus ke Madong dan Lintas Barat Bintan

Kepala Biro ULP Pemprov Kepri, Misbardi mengatakan, Pemprov Kepri melalui Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) mengatakan PT Gunakarya Nusantara sebagai perusahaan yang memenangkan proyek pembangunan dan penataan kawasan Tepilaut yang disebut pembangunan kawasan terpadu Gurindam 12, Tanjungpinang.

”PT Gunakarya Nusantara sebagai pemenang pertama. Sedangkan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk sebagai pemenang cadangan,” ungkap Misbardi kepada wartawan di Pulau Dompak, Kamis (6/9) kemarin.

Proyek Gurindam 12 ini, sesungguhnya proyek atensi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun meskipun sempat ditolak beberapa fraksi partai politik di DPRD Kepri, karena menelan anggaran mencapai setengah teriliun. Namun pemerintah tetap melaksanakan proses lelangnya di ULP, ketika fraksi PKS-PPP menolak proyek tersebut, ditengah defisit anggaran saat ini.

Lanjut Misbardi, setelah lolos di ULP ini, tahapan selanjutnya menunggu masa sanggah sampai tanggal 10 September mendatang. Kemudian, kalau tidak ada sanggahan maka serah terima hasil lelang ini akan disampaikan kepada Dinas PUPP Kepri. Untuk kemudian, di proses penandatanganan kontrak dan pelaksanaan di PUPP.

”Dalam melakukan evaluasi Pokja, sebelum ini di umumkan, pihaknya sudah meminta arahan pihak TP4D, bahkan sampai LKPP pusat. Arahan ini dipandang perlu dilakukan kepada pihak berkompeten terkait hal-hal yang di evaluasi,” terang Misbardi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Isdianto pada rapat paripurna jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap perubahan APBD Perubahan 2018. Ia menyinggung bahwa,proyek Gurindam 12 ini menjadi proyek strategis Pemprov Kepri.

Tujuannya adalah memperbaiki lingkungan yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Proyek ini nantinya, menjadi ikon bagi masyarakat Ibukota, daya tarik wisatawan untuk selalu datang ke Kepri, khususnya Kota Tanjungpinang. ”Karena itu, Pemprov Kepri tetap memprioritaskan proyek tersebut pada APBD Perubahan 2018,” ungkap Isdianto.

Sebelumnya, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) IV Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR, mulai mengerjakan proyek pengamanan pantai Tepilaut, Tanjungpinang.

Nilai proyek tersebut Rp10 miliar. Proyek ini untuk mendukung proyek gurindam 12. Pengerjaannya, pertama di kawasan Tepilaut Tanjungpinang. Pekerjaan pengamanan pantai Tepilaut dikerjakan oleh PT Fatimah Indah Utama dengan konsultan pengawas PT Inakko Internasional Konsulindo. (SUHARDI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here