Jalan Lingkar Dilelang

0
1410
Inilah Maket Jalan Lingkar Tepilaut Tanjungpinang yang akan dibangun oleh Pemprov Kepri mulai tahun ini. f-istimewa

Proyek jalan lingkar Tepilaut Tanjungpinang sudah dilelang di Sistem Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemrov Kepri dengan kode lelang 7683022.

TANJUNGPINANG – Pembangunan jembatan lingkar yang disebut proyek Gurindam 12 ini ditargetkan rampung pada tahun 2020 nanti. Biaya pembangunan tahun ini sebesar Rp98 miliar, tahun 2019 sebesar Rp211 miliar dan tahun 2020 sebesar Rp198 miliar. Proyek penataan kawasan pesisir Tanjungpinang, molor dari jadwal lelang yang telah dijadwalkan Maret lalu. Tertundanya lelang karena saat itu belum kelarnya Analisa Dampak Lingkungan (Amdal). Proyek ini awalnya diragukan oleh DPRD Kepri apakah bisa terwujud tahun ini karena APBD potensi mengalami defisit lagi

”Proyek jalan lingkar atau proyek Gurindam 12 sudah dilelang, kami mohon doa dan dukungannya dari masyarakat Kepri. Saat ini sedang proses lelang, kita berharap bisa segera menemukan pemenang tendernya benar-benar profesional,” kata Nurdin, kemarin.

Untuk mewujudkan proyek ini di tahun ini, Nurdin setiap ada rapat dengan kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri, ia terus memastikan apakah proyek Gurindam sudah dilelang atau belum.

Baca Juga :  Lis Tolak Syamsul Bahrum Jadi Plt Wali Kota

Nurdin memastikan kepada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan, Biro Layanan Pengadaan, Sekdaprov, Kepala Bappeda yang hadir waktu itu, jangan sampai proyek tersebut tidak dilelang tahun ini. Nurdin mengaku bahwa proyek gurindam 12 itu, merupakan proyek strategis sebagai bentuk mewujudkan wajah ibukota Kepri ke depan.

”Saya pastikan proyek itu tetap dikerjakan,” tegas Nurdin.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat Teluk Keriting mendatangi kantor Gubernur Kepri Pulau Dompak. Masyarakat ini datang, sebagai wujud memberikan dukungan kepada Pemrov terkait pembangunan di kawasan Tepilaut itu.

Nurdin Sendiri bahkan bertekat, tidak hanya memperhatikan kawasan Tepilaut, dirinya bahkan sampai saat ini tengah melobi pemerintah pusat, terkait progres rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin).

Terkait pembangunan infrastruktur penataan kawasan pesisir pantai Gurindam 12 Kota Tanjungpinang, rencananya akan disejalankan dengan penataan kawasan Teluk Keriting.
Sampai saat ini proses lelang proyek ini masih tayang di website online LPSE Pemrov Kepri. Sementara itu, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, menyampaikan bahwa impinan Gubernur Nurdin ini didukung masyarakat di sekitar Tepilaut.

Baca Juga :  PDAM Ngaku Air Ngalir 24 Jam

Karena proyek ini, tekat Pemprov ingin merubah wajah ibukota, supaya lebih menarik dan mampu mendatangkan minat wisatawan dan investor rutin datang ke Kepri. ”Kemarin masyarakat Teluk Keriting datang ke sini, mereka menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksaan pemerintah atas proyek ini,” terang Arif Fadillah.

Sebagai informasi bahwa, Proyek ini dikerjakan multiyears dengan pagu anggaran sekitar Rp514 miliar. Syarat penting lainnya, bagi calon investor yang ingin mengikuti lelang, yakni kontraktor tersebut tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, dan kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan, tidak masuk dalam daftar hitam.

Memiliki pengalaman pembangunan konstruksi jalan dan pengalaman pembangunan struktur bangunan di atas air.

Memiliki alamat tetap dan jelas yang dapat dijangkau dengan jasa pengiriman serta memiliki alamat email yang valid untuk komunikasi secara elektronik

Memperoleh paling sedikit 1 pekerjaan sebagai penyedia pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak, kecuali bagi penyedia yang baru berdiri kurang dari 3 tahun

Baca Juga :  Jangan Sampai Dana Kelurahan Tak Cair

Menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan untuk perhitungan.
Dalam hal penyedia pekerjaan konstruksi akan melakukan kemitraan, penyedia pekerjaan konstruksi harus mempunyai perjanjian kemitraan yang memuat persentase kemitraan dan perusahaan yang mewakili kemitraan serta menyampaikannya melalui fasilitas yang terdapat pada aplikasi SPSE.

Secara hukum mempunyai kapasitas untuk mengikatkan diri pada kontrak memiliki pengalaman jasa pelaksana konstruksi jalan raya kecuali Jalan Layang, jalan tol, rel kereta api, dan landas pacu Bandara atau pengalaman jasa pelaksana konstruksi jembatan, jalan layang, terowongan dan subways, dengan nilai pengalaman tertinggi NPt yakni minimal sebesar Rp 171.527.000.000,00.

”Mudahan pembangunan jalan lingkar berjalan sesuai harapan semua agar menjadi ikon Tanjungpinang,” harapnya. (SUHARDI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here