Jalan Lingkar Terganjal Amdal

0
596
Kapal melintas dekat rumah warga Teluk Keriting Kota Tanjungpinang.f-suhardi/tanjungpinang pos

Proyek pembangunan jalan lingkar Pemprov Kepulauan Riau masih terganjal masalah Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Akibatnya, proyek yang dimulai dari Tepilaut belum dapat dilelang.

TANJUNGPINANG – Pembangunan jembatan lingkar yang disebut proyek Gurindam 12 ini ditargetkan akan rampung pada tahun 2020 mendatang. Dengan rincian biaya pembangunan untuk tahun ini sebesar Rp 98 miliar, tahun 2019 sebesar Rp 211 miliar dan tahun 2020 sebesar Rp198 miliar.

Padahal, Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun telah meluncurkan sejumlah proyek prioritas pembangunan yang ditandai dengan penekanan tombol sirine di pelabuhan bongkar muat, Jalan Pelantar II, Tanjungpinang, Jumat (23/2), lalu. Termasuk proyek pembangunan jalan lingkar. Hingga kemarin sudah memasuki triwulan pertama proyek prioritas Gubernur Kepri H Nurdin Basirun tersebut belum juga dilelang.

Baca Juga :  Banjir di Jalan Pemuda Mulai Diatasi

Tim teknis Dinas Pekerjaan Umum, Pertanahan dan Penataan Ruang (PUPP) sampai saat ini masih melakukan kajian Analisa Dampak Lingkungan (Amdal).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pertanahan dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abu Bakar, mengatakan ia tetap optimis diawal Juni 2018 mendatang mega proyek Gurindam 12 sudah proses lelang. ”Masa lelang itu selama 45 hari. Insya Allah Juni sudah mulai jalan,” ujarnya, Senin (16/4) usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kepri.

Ia menuturkan, saat ini proyek dengan anggaran mencapai Rp 500 miliar sedang dalam tahap proses pengurusan Analisis Masalah Dampak Lingkungan (Amdal). Selain itu, pihaknya juga tengah merampungkan perubahan Detail Enginering Desain (DED) untuk pembangunan proyek tersebut.

Baca Juga :  Sewa Kiosnya Terlalu Mahal

Adapun DED yang dirubah yakni jalur reklamasi laut yang sebelumnya melewati laut Lantamal IV kini dirubah ke bagian dalam. ”Karena faktor keamanan makanya kita ubah,” sebutnya.

Pembangunan mega proyek Gurindam 12 akan dimulai dari mereklamasi laut seluas 200 meter di depan Gedung Daerah. Kemudian berlanjut hingga Tugu Pensil, dan masuk kawasan pemukiman masyarakat Teluk Keriting.

Kemudian, reklamasi tersebut berlanjut hingga di Teluk Keriting, selanjutnya akan diteruskan hingga Jembatan 1 Dompak dan berakhir di   pusat pemerintahan Provinsi Kepri di Pulau Dompak.

Baca Juga :  Bajaj Hadir di Tanjungpinang

Informasi yang dihimpun, sampai saat ini masih ada sejumlah masyarakat Teluk Keriting tidak menerima proyek tersebut dibangun. Mengingat, dampaknya terhadap lingkungan, menganggu biota laut serta berdampak terhadap hasil tangkapan masyarakat nelayan sekitar.(SUHARDI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here