Jalan Lingkar Tetap Lanjut

0
284
Kondisi rumah warga Teluk Keriting saat air surut. f-suhardi/tanjungpniang pos

Pembangunan jalan lingkar atau proyek Gurindam 12 tetap dilanjutkan, meskipun APBD Pemprov Kepri mengalami defisit anggaran sekitar Rp510 miliar.

TANJUNGPINANG – Rencana awal, pekerjaanya tetap dimulai dari depan Gedung Daerah ke kawasan Taman Boenda, Tugu Pensil, depan SMAN 5, Teluk Keriting dan sampai ke Dompak. Jalan lingkar ini untuk mempercantik wajah di bagian pesisir Tanjungpinang. Untuk menambah ikon pariwisata baru. Dan jalan lingkar ini juga untuk mengurai kemacetan kendaraan yang bakal padat.

Wakil Gubernur Kepri H Isdianto menjelaskan, proyek jalan lingkar masih dalam tahap lelang. Ada beberapa perusahaan nasional dan BUMN yang telah mengikuti tender. Tinggal menunggu siapa pemenang tendernya. Diantaranya, PT Guna Karya Nusantara (Bandung), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk (Jakarta), PT. Conbloc Infratecno (Jakarta), PT Brantas Abipraya Persero (Jakarta), PT Pembangunan Perumahan, Tbk Persero (Jakarta).

Menurutnya, pembangunan jembatan lingkar ini ditargetkan rampung pada tahun 2020 nanti. Biaya pembangunan tahun ini sebesar Rp98 miliar, tahun 2019 sebesar Rp211 miliar dan tahun 2020 sebesar Rp198 miliar. Proyek ini dikerjakan multiyears.

”Proyek itu urgen. Defisit tetap jalan,” tegas Isdianto kepada Tanjungpinang Pos, Senin (6/8).

Isdianto menegaskan, meskipun dana pemerintah provinsi mengalami defisit, proyek tersebut tidak bisa di batalkan, karena proyek jalan lingkar tersebut baik untuk menyokong kemajuan ibukota Provinsi Kepri ke depan.

Bahkan mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri tersebut, menepis dugaan bahwa tim anggaran Pemprov Kepri menunda proyek yang menelan anggaran setengah triliun tersebut.

”Terkait defisit masih belum pasti berapa besar angkanya,” terang dia.

Proyek penataan kawasan pesisir Tanjungpinang, molor dari jadwal lelang yang telah dijadwalkan Maret lalu. Tertundanya lelang karena saat itu belum kelarnya Analisa Dampak Lingkungan (Amdal). Proyek ini awalnya diragukan oleh DPRD Kepri apakah bisa terwujud tahun ini karena APBD potensi mengalami defisit lagi.

Sebagai informasi, Kepala Biro ULP Pemprov Kepri, Misbardi menuturkan ada sekitat 60 calon perusahaan yang ikut lelang proyek prioritas Gubernur Kepri H Nurdin Basirun ini. Beberapa diantaranya perusahaan BUMN dan swasta di Jakarta.

Menuturkan, saat ini proses lelang sudah hampir usai. Sementara ini, sudah prakualifikasi, kemudian dilanjutkan tahap mengajukan penawaran oleh masing-masing perusahaan.

”Masing-masing perusahaan ini kompleks pengalamannya,” tutur Misbardi sambil menyinggung sampai tahap ini ke lima perusahaan ini memenuhi persyaratan.

Lima perusahaan yang memperebutkan proyek jalan Lingkar Gurindam 12 ini sudah mengerjakan ada yang sampai ribuan. (SUHARDI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here