Jalan Lintas Kelarik-Ranai Bakal Putus

0
181
KONDISI jalan ke Kelarik yang menghubungkan Ranai rusak berat dan hampir terputus akibat tidak ada box culvert. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Sejumlah kalangan menilai akses jalan Kelarik di Kecamatan Bunguran Utara, dan Ibu Kota Kabupaten Natuna Ranai bakal mengalami putus lantaran kerusakan jalan Lintas Kelarik itu semakin parah saat ini.

NATUNA – Jalan Lintas Kelarik merupakan satu-satunya jalan darat yang biasa dilalui oleh masyarakat, dari Ranai dan menuju Kelarik dengan ditempuh oleh kendaraan roda dua dan empat.

”Kalau kita lihat curah hujan yang sering beruntun hingga berhari-hari, nampaknya jalan itu akan rusak hingga tidak bisa digunakan lagi,” kata Syafri, seorang warga di Ranai, Senin (26/11).

Ia menyebutkan, belakangan ini intensitas hujan di Natuna cukup tinggi. Hal ini membuat debet air yang melintas di setiap sungai yang beradai sepanjang jalan itu, membeludak dan ditambah lagi dengan air yang tidak mengalir melalui sungai.

Di sisi lain, postur jalan itu sebagiannya masih berupa tanah timbunan saja meskipun sudah ada yang berupa tanah keras.

Bukan hanya itu, jalan itu juga tidak dilengkapi dengan perangkat pengaman jalan seperti box culvert dan drainase sehingga air dengan mudah menggenangi jalan serta mengikis tanahnya.

”Kalau ujan beruntun sampai tiga hari sering terjadi, saya rasa di titik- titik tertentu jalan itu akan habis dan tidak bisa digunakan lagi,” sambungnya.

Hal yang sama diakui Hari, warga lainnya. Ia menyebut di tempat-tempat tertentu badan jalan sudah berubah jadi genangan air besar dan panjang, sehingga pengguna jalan tidak bisa melintas.

”Sepertinya kita sudah bisa mendayung sampan di sana. Terparahnya di seputaran Tegul Tambun dan sejumlah titik lainnya,” tutur Safri.

Sekretaris Kecamatan Bunguran Utara, Mardi Hendika membenarkan kondisi itu. Ia menyebutkan kerusakan jalan yang terparah terjadi di sepanjang kurang lebih 4 sampai 6 kilo meter.

Di sepanjang ruas jalan ini, jalan sudah berubah menjadi lumpur dan beberapa gorong-gorong sudah rusak.

”Ya betul, kerusakan parah terjadi mulai dari Dusun Ulu Timur dan Dusun II, Desa Kelarik Utara sampai menjelang memasuki Sungai Semala. Di sepanjang jarak ini terdapat gorong-gorong dan jembatan kecil yang sudah rusak,” kata Mardi.

Ia melanjutkan, kerusakan terjadi karena besarnya air akibat intensitas hujan yang berkepanjangan. Dan ia memperkirakan kondisi cuaca seperti ini akan terus berlanjut hingga awal tahun 2019 nanti.

”Kami selaku pemerintah berharap jalan itu tidak sampai rusak secara keseluruhan. Dan kami berharap tidak ada korban jiwa dan materil akibat keadaan ini, kami juga mengimbau masyarakat hati-hati melintas di sana dan kalau sekiranya tidak ada keperluan mendesak kami harapkan mereka tidak bepergian melalui jalur itu,” pesannya mengakhiri.

Pantauan di lapangan, kerusakan jalan persis di tengah-tengah. Air mengalir memotong jalan tersebut. Sehingga kendaraan harus melaju dari tepi jalan agar bisa melintas.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here