Jalan Merdeka Jadi Merdeka Night Market

0
541
PROGRAM: Suasana pembahasan Merdeka Night Market di Kantor Bappeda Tanjungpinang, Jumat (24/2). f-andri ds/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pemko Tanjungpinang terus merancang program untuk menghidupkan kembali roda ekonomi di Kawasan Jalan Merdeka dan Tengku Umar. Terutama sore hari hingga malam hari.

Pemko Tanjungpinang akan menjadikan Jalan Merdeka dan Jalan Teuku Umar jadi Merdeka Night Market.

Sebagai bentuk keseriusan untuk mewujudkan rencana itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai membahas konsep dan model penataan Merdeka Night Market.

Pembahasan dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi lintas instansi di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan, Jumat (24/2). Rapat ini langsung dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono dan Robert Pasaribu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan.

”Kita konsep pasar malam modren dengan tatanan yang indah tapi tidak lepas dan meninggalkan nuansa klasik yang cantik,” kata Riono,kemarin.

Menurutnya, nanti Merdeka Night Market juga akan menjadi ikon wisata malam di Kota Tanjungpinang.

”Kita mulai bahas, karena tahun ini Merdeka Night Market mulai dilaksanakan,” tegasnya.

Ia juga minta agar program ini terus disosialisasikan di tengah masyarakat.

”Yang lebih penting lagi sosialisasi dan dapat dukungan dari masyarakat. Karena dulu pernah ingin melakukan, tapi ada penolakan dan lainnya. Ini yang kita tidak ingin harapkan,” ucap dia.

Rapat pertama ini, dia sengaja tidak melibatkan pengusaha maupun masyarakat. Karena hanya sebatas pengarahan kepada OPD terkait sesuai tupoksinya. Supaya OPD di lingkungan Pemko bisa bersinergi.

Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) nanti harus menyediakan tempat parkir. Ini perlu di konsep oleh Dishub. Titik mana yang akan dijadikan tempat parkir. Karena bentuk parkir ada dua. Yakni, pertama tempat parkir pengunjung yang akan datang ke Merdeka Night Market. Kedua, parkir untuk pemilik tokoh Kota Lama. Karena pemilik tokoh tersebut memiliki mobil.

”Ini mau di letakkan di mana. Jadi, kita perlu konsep itu,” terangnya.

Kemudian bidang keberishan, bagaimana teknis kebersihan hingga WC umum untuk pengunjung yang ingin buang air kecil maupun buang air besar tersedia. Begitu juga dengan tugas Bapedda.

Dinas tersebut, katanya, perlu mengkonsep apa bila pedagang tersebut berjualan makan basah. Seperi makanan hingga minuman. Atau, pedagang berjualan pakaian dan lainnya. Ini akan di sampaikan pada rapat berikutnya.

”Tujuan kita tidak menyusahkan. Justru ingin menghidupkan Kota Lama. Mungkin, selama ini pemilik toko berada di Kota Lama tidak berani jualan sampai malam. Dengan adanya ini, pemilik tokoh berjualan hingga malam hari,” ucapnya.

Untuk mewujudkan ini semua, lanjutnya, Pemko Tanjungpinang akan melibatkan pengusaha swasta di Tanjungpinang.

Supaya pengusaha swasta bisa membantu Pemko Tanjungpinang melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR). Karena pemerintah tidak menyediakan anggaran untuk pembelian motor tokoh. Tidak ada lagi nanti pedagang memakai gerobak.

Motor tokoh ini akan di pergunakan pedagang untuk berjualan di Kota Lama nantinya, tidak lagi mengunakan gerobak. ”Kita mulai sekarang, pembangunan Kota Tanjungpinang bukan hanya peran pemerintah saja. Kita mengajak peran dari pihak swasta dan masyarakat,” tegasnya. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here