Jalan Nasional Langganan Banjir

0
139
Banjir di kawasan Batu 9 hingga tergenang

Jalan nasional yang berada di Jalan DI Panjaitan dan Simpang Tiga Wisma Pesona, jadi langganan banjir. Setiap hujan turun sebentar saja, jalan raya tersebut digenangi air.

TANJUNGPINANG – Di Tanjungpinang panjang jalan nasional mencapai 586 kilometer dengan 73 nama jalan. Panjang jalan provinsi 70 kilometer dengan 22 nama jalan. Sedangkan panjang jalan Kota Tanjungpinang 52 kilometer dengan 616 nama jalan.

Umumnya, penyebab jalan nasional langganan banjir selain drainasenya dangkal karena tertutup lumpur. Diameter drainasenya kecil, antara drainase satu dengan drainase lainnya tidak saling terhubung.

Bila hujan sebentar, air meluap dari drainase ke jalan raya. Jalan DI Panjaitan sudah bertahun-tahun langganan banjir, hingga kini belum bisa diatasi oleh pemerintah.

Langganan banjir di Tanjungpinang, tidak hanya terjadi jalan nasional saja, di jalan provinsi dan jalan Kota Tanjungpinang juga langganan banjir. Tetapi volume banjirnya tidak sebesar di jalan nasional. Wargapun mengharapkan agar pemerintah segera memperbaiki drainase di Jalan DI Panjaintan, agar saat turun hujan, jalan raya tersebut tidak lagi digenangi air.

”Hujan sebentar saja pasti Jalan DI Panjaitan ini langsung banjir. Kasihan kami yang melintas naik motor saat turun hujan,” kata Febri, salah satu warga Kelurahan Batu IX, Kamis (9/8).

Febri menyayangkan kepada pemerintah tidak langsung menangani permasalahan, yang jelas-jelas terlihat nyata di depan mata, yaitu air menggenangi jalan aspal.

”Tidak mungkin pulak, pemerintah tidak tahu. Mungkin purak-purak tidak tahu kali ya,” tegas dia.

Oleh karena itu, ia berharap kepada pemerintah untuk segera tangani banjir, yang mengantui jalan di Ibukota Provinsi Kepri. ”Coba tanah di drainase itu digali dulu. Mungkin langsung tidak ada banjir lagi,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Zulkhairi, membenarkan kalau turun hujan sebentar, kawasan Batu IX Jalan DI Panjaitan langganan banjir. Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Kota Tanjungpinang bukan tak mau mememembenahinya, tapi wewenang itu ada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri.

”DI Panjaitan adalah jalan nasional. Sekarang penanganan sudah diambil ahli oleh Dinas PU Provinsi Kepri,” kata Zulkhairi.

Meskipun bukan wewenangnya, Dinas PUPR Kota Tanjungpinang sudah melayangkan surat resmi ke Dinas PU Provinsi Kepri. Inti surat resmi tersebut, Dinas PUPR Kota Tanjungpinang memberitahu, bahwa di Jalan DI Panjaitan menjadi langganan banjir pada saat hujan turun.

”Sudah sering kali kita kirim surat ke Dinas PU Provinsi Kepri. Tapi, tidak ada jawaban. Ya, mau diapain lagi,” sebut dia.

Ia berharap, agar jalan nasional dan jalan provinsi yang langganan banjir agar di perbaiki. Sebab, masyarakat tahunya jalan yang banjir, yang rusak di Tanjungpinang adalah tanggungjawabl Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang. Padahal, aturanya bukan seperti itu.

Bisa saja, jalan nasional dan jalan provinsi, yang langganan banjir dan rusak, dianggarkan oleh APBD Pemko Tanjungpinang, tapi aturanya tidak boleh. Kemudian, dana APBD Tanjungpinang juga kecil. ”Kita memohon kepada Pemprov Kepri, jalan-jalan nasional dan jalan provinsi yang langganan banjir, ayo sama-sama dengan Pemko Tanjungpinang sama-sama memperbaikinya,” harapnya. (ANDRI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here