Jalan Provinsi Langganan Banjir

0
445
banjir: Inilah lokasi banjir di Jalan DI Panjaitan Batu 9 Bintancentre, belum lama ini.

TANJUNGPINANG – Jalan Provinsi yang berada di Jalan DI Panjaitan-Simpang Tiga (Pesona), jadi langganan banjir. Setiap hujan turun, jalan raya tersebut akan digenangi air.

Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang, Amrialis, kemarin. Menurutnya itu, karena sistem drainase yang dibuat tidak sesuai standar jalan provinsi.

”Bangunan drainasenya tidak standar. Lebar dan ke dalamannya mestinya harus buat dibuat 1 meter. Tapi PU Provinsi justru hanya buat setengah meter. Ya, tidak bisa menampung limpahan air yang mengalir. Model drainase yang dibangun masih tahun 80-an,” kata Amrialis kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (9/2), di ruang kerjanya berada Jalan DI Panjaitan Km 7 Tanjungpinang.

Pemicu terjadinya langganan banjir di jalan provinsi dan nasional, akibat pemotongan lahan di lakukan para pengembang yang sedang membangun perumahan.

Saat bangun rumah, pengembang tersebut tidak mengutamakan drainase dulu. Dampaknya, saat turun hujan, air dan lumpur menggalir ke jalan provinsi dan nasional, sehingga terjadi pendangkalan drainase.

”Kejadian seperti itu, yang selalu dihadapi selama ini,” tegasnya.

Titik banjir bisa dikurangi di Ibu Kota Provinsi Kepri, bila pengawasan dinas terkait jalan. Saat pembangunan perumahan dimulai, mestinya drainasenya dulu diutamakan. Dan, lebar dan kendalaman drainase juga harus diawasi.

Jangan sampai, developer membuat drainase asal-asal saja karena tidak diawasi. Pengawasanya juga bisa dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang dan BLH Pemprov Kepri.

”Intinya, lemahnya pengawasan dari dinas terkait,” terang dia.

Dia langsung mengambil contoh di daerah Karang Rejo, kawasan Bandara Raja Haji Fisabilillah, sering terjadi banjir, pada saat hujan turun.

Ini dikarenakan, ada pemotongan lahan di Bandara RHF Tanjungpinang. Karena tidak dibangun drainase di daerah tersebut.

”Mereka tidak memikirkan dampaknya, seperti saat ini. Kasihan rumah warga yang selalu diguyur hujan,” tegas dia.

Untuk mengurangi titik banjir, Pemko Tanjungpinang mengalokasikan dana pemeliharan drainasenya sebesar Rp 700 juta. Dana ini akan di peruntuhkan untuk menangani titik banjir di Jalan Kota Tanjungpinang.

”Itu anggran rutin kita,” tegas dia.

Sejauh ini, dia mengklaim, bahwa dirinya atau Dinas PU Kota Tanjungpinang selalu lancar melakukan koordinasi dengan Dinas PU Provinsi Kepri.

Cuman, dengan keterbatasan dan kesulitan dengan efesiensi anggaran yang selalu devisit, Dinas PU Provinsi Kepri tidak membantu menangani titik banjir di Ibu Kota Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang.

”Harapan saya, PU Provinsi Kepri harus melakukan penanganan titik banjir di Ibu Kota Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang, agar tidak ada lagi titik banji baru,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here