Jalan Provinsi Rusak Parah, Kadis PU Hanya Minta Maaf

0
550
Perbaikan rusak: Warga gotong royong memperbaiki jalan provinsi yang rusak di Jalan Kampung Bugis, beberapa waktu lalu. f-ist/warga kampung bugis

TANJUNGPINANG – Kerusakan jalan Provinsi yang ada di Kota Tanjungpinang, kondisinya kian memprihatinkan. Bahkan disaat musim penghujan kondisinya semakin parah. Salah satunya Jalan Kampung Bugis, Senggarang.

Karena tidak mendapat respon dari Pemerintah Kepulauan Riau, segenap warga Kelurahan Kampung Bugis mengambil inisiatif untuk menambal jalan yang berlubang, dengan semen.

Warga bergotong royong, menambal jalan yang berlubang, Minggu (19/2). Salah satu tokoh pemuda Kampung Bugis, Indra, mengaku sudah beberapa kali menyurati dinas terkait namun diakuinya belum mendapat respon.

”Sudah capek kami surati Pemprov, tapi apa, tak ada tindakan pun,” bebernya.

Menurutnya, kondisi jalan yang kritis tersebut sudah berlangsung setahun lebih pasca kendaraan berat melintas di jalur tersebut. Dan, sudah banyak warga yang jatuh.

Terutama saat malam hari, karena pengendara tidak melihat ada lubang maut di depan, karena kurang penerang jalan juga.

”Banyaklah lori yang lewat, termasuk bus mahasiwa UMRAH, tiap hari, belum lagi lori salah satu pengusaha, tambah parah jalan ini ketika kontainer rokok rutin melintas untuk mengantar stok ke senggarang,” kata dia.

Warga minta, jalan yang rusak, agar segera di perbaiki. Supaya tak menelan korban jiwa.

”Kalau pengendara jatuh sudah banyak. Tapi, korban jiwa belum ada. Jangan sampai menelan korban jiwa,” tegasnya.

Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah, mengakui adanya status jejaring sosial yang dibuat oleh warganya, dan mengaku salut atas inisiatif yang diambil, untuk menambal jalan rusak.

”Saya memang Wali Kota, jalan yang rusak itupun lokasinya dekat dengan kantor Wali Kota, tapi untuk diketahui bersama bahwa status jalan itu adalah kewenangan Pemprov Kepri,” ungkapnya yang tidak bisa berbuat banyak.

”Bisa saja pakai APBD Kota, tapi dalam aturan itu salah, dan kamipun juga sudah menyurati rekan dinas terkait, tapi ya itulah, surat antar dinas saja tidak di respon, apalagi surat warga,” kesal Lis.

Kata Lis, hendaknya dinas terkait segera mengambil inisiatif sebelum kondisi tersebut menyulut emosi warga.

”Kalau saya boleh ngomong sih, harusnya Pak Abu selaku Kadis PU Kepri bertindak cepatlah. Soalnya, saya juga banyak dapat laporan kalau lokasi tersebut sering makan korban karena jalannya sudah tidak layak,” bebernya.

Dukungan serupa juga didapat dari Lurah Kampung Bugis, Raja Jamaludin. Meskipun diakuinya jabatannya sebagai lurah masih baru, namun Jamal mampu menangkap antusiasme warga untuk saling bekerjasama demi terciptanya keharmonisan antar warga.

”Saya tahu jalan itu memang rusak, tapi saya baru tahu kalau ada tindakan inisiatif warga untuk melakukan semenisasi. Saya bersyukur dan salutlah atas tindakan tersebut, semoga sifat gotong royong ini bisa terus dijaga,” ungkapnya yang membantah bahwa bahan baku semenisasi jalan berasal dari kocek kelurahan.

”Demi Allah, semen, batu, dan pasir bukan dari kelurahan, itu murni inisiatif warga,” kata dia.

Inisiatif untuk menambal jalan tersebut dengan terpaksa diambil mengingat sering memakan korban, terlebih ketika kondisi cuaca sedang hujan dan jalan tertutupi genangan air.

”Pokoknya kalau sudah hujan lebat, tunggu sajalah kabar, kalau tak satu orang ya dua orang yang jatuh di lubang itu,” kata salah satu anggota karang taruna Kampung bugis.

Kadis PU Kepri, Abu Bakar saat dikonfirmasi mengaku tak tahu kabar tersebut, sebab menurutnya jabatan selaku Kadis PU baru saja di amanahkan kepadanya. (cr33)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here