Jalan Rawan Kejahatan Dipasang PJU

0
568
Rusak: Salah satu pekerja saat memperbaiki lampu PJU yang rusak tahun lalu di kawasan Bintancentre. f-adly/Tanjungpinang pos

Untuk menekan angka kriminalitas seperti penjambretan, perampasan dan begal, Pemko Tanjungpinang menambah 411 lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik yang rawan kejahatan.

TANJUNGPINANG – Kini Pemko terus mengupayakan peningkatan pelayanan publik pada fasilitas penerangan jalan umum pada tahun ini. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) PJU dan Dekorasi Kota Dinas Perkim Kota Tanjungpinang, Hendry, kemarin. ”Dananya ada Rp 667 juta, untuk menerangi jalan rawan tindak kejahatan atau aksi begal,” kata Hendry, kemarin.

Kata dia, penerangan jalan umum (PJU) merupakan salah satu kebutuhan masyarakat. Terlebih masyarakat di wilayah kecamatan masih minim PJU yang dipasang. Minimnya PJU, berdampak sering terjadinya aksi kejahatan di tempat yang gelap. Dan, sering terjadi kecelakaan kendaraan. ”Mudah-mudahan Agustus hingga September akan terealisasi pemasangan 411 lampu penerangan jalan,” Hendry, kemarin.

Hendry mengatakan, ia tidak berani memastikan, berapa jumlah pemasangan lampu penerangan jalan di setiap titik. Karena pemasangan lampu jalan umum dilihat dari luas jalan yang terdapat di daerah tersebut. Kemudian, juga bisa dilihat dari tingkat kebutuhan lampu penerangan jalan di daerah tersebut. ”Saya perkirakan, minimal setiap titik jalan, kita akan pasang sekitar 15 lampu penerangan. Bisa jadi lebih dari 15 lampu. Kita lihat saja kondisi di lapangan nanti,” ucap dia.

Menurutnya, jenis lampu yang dipasang di PJU nanti adalah LED 120 watt. Lampu LED cukup tahan dengan cuaca dan hasilnya terang. Ia akui, memang masih ada jalan-jalan umum, belum memiliki PJU. Ia minta warga bersabar. Karena, setelah 411 titik ruas jalan di pasang PJU, jalan-jalan akan terang benderang.

Kemudian, sambung dia setiap pemasangan lampu jalan akan dilengkapi dengan source protector atau anti petir. Tujuannya, dipasang anti petir ini, untuk mencegah bila terjadi sambaran petir pada saat hujan turun maupun kejadian alam yang tidak diinginkan. ”Kita kasih anti petir dulu, sebelum lampunya disambar petir. Mudah-mudahan lampu kita aman semuanya dari sambaran petir,” harapnya.

Ditegaskan dia, saat ini pihaknya, sudah melakukan perawatan lampu penerangan jalan di Tanjungpinang. Mulai menggantikan lampu yang tidak berfungsi, Dan, mengantinya lampu dengan kondisi baik. Anggaranya, APBD tahun 2017. Ada empat kecamatan telah menganggarkan dana perbaikan PJU. Ada tiga Kecamatan, masing-masing mendapat anggaran sebesar Rp 171 juta. Mulai dari Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Tanjungpinang Timur dan Kecamatan Tanjungpinang Kota. Berbeda dengan Kecamatan Bukit Bestari.Kecamatan ini hanya menerima Rp 154 juta. ”Alhamdulillah, uang tersebut sudah kita gunakan untuk perawatan lampu jalan. Sekarang anggaran perawatan lampu kita tinggal kurang lebih 10-15 persen lagi,” terangnya.

Kata dia, dengan sisa anggaran tersebut, tidak bakalan cukup untuk mengakomotir perawatan lampu jalan di Tanjungpinang. Oleh karena itu, pihaknya sudah mengajukan anggaran tambahan melalui APBD-P tahun 2017 ini sebesar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per kecamatan. ”Mudah-mudahan dikabulkan permintaan kita,” harap dia. Tokoh masyarakat Tanjungpinang, Endi Maulidi, berharap daerah-daerah yang masih gelap, harus di pasang PJU. Pemko bisa saja mengajukan dana untuk PJU dari Pemprov Kepri. ”Masih beberapa titik di Tanjungpinang masih gelap karena minimnya PJU,” tegasnya. (ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here