Jalan Raya Penuh Lumpur

0
54
Jalan Cendrawasi Kelurahan Batu IX yang banjir lumpur, Jumat (20/4) lalu. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Hujan yang melanda beberapa titik Tanjungpinang meninggalkan lumpur tanah merah di mana-mana. Salah satunya di Jalan Cendrawasi, Kelurahan Batu IX Tanjungpinang yang berubah jadi kubangan lumpur. Jalan ini dipenuhi lumpur hingga jalan raya menjadi licin. Banyak pengendara sepeda motor tergelincir hingga dan saat melintasi di Jalan Cendrawasi.

”Jumat (20/4) kemarin, Ibu-ibu jatuh di situ (Jalan Cendrawasi, red). Tapi, alhamdulillah tidak kenapa-napa karena memang jalannya licin lumpur,” ucap salah seorang warga yang menyaksikan kedatangan Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang saat sidak di Jalan Cendrawasi, Senin (23/4).

Sidak anggota dewan ini bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Kota Tanjungpinang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III, Ashadi Selayar. Menurutnya, jalan aspal yang tertutup lumpur itu perlu ditangani secepatnya. Sehingga tidak lagi pengendara yang tergelincir di Jalan Cendrawasi tersebut. ”Saya dapat laporan, yang jatuh itu ibu-ibu sedang membawa sepeda motor. Kasihan ibu-ibu itu. Kita tidak mau ada ibu-ibu lain lagi jatuh di jalan yang sama,” kata Ashadi Selayar disela meninjau di lokasi tersebut.

Ashadi melalui Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang akan memanggil tiga perusahaan swasta, yang menyebabkan jalan aspal tergenang dengan lumpur. Rencana pertemuan yang dilakukan di Kantor Dinas PUPR Kota Tanjungpinang berada di Jalan Peralatan, Km 7 Tanjungpinang, Selasa (24/4), hari ini.

Disaat rapat yang difasilitasi Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, pihaknya terlebih dahulu meminta kepada tiga perusahaan swasta untuk sepakat membuat box cover dan kolam retensi sementara. Sehingga air maupun lumpur tidak lagi mengalir hingga menggenangi jalan aspal tersebut.

”Kita menyesalkan ke Pemko kurang melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang belum mengantongi izin, tetapi sudah melakukan pengerjaan. Kita nanti minta Satpol PP untuk menghentikan kegiatan yang dilakukan pihak swasta itu,” tegas dia.

Sementara itu, Said Husain yang mewakili PT Karya Abadi mengatakan, izin pembangunya dalam proses. ”Izin kita masih dalam proses di pemerintahan,” kata Said Husain.

Rencananya, pihaknya akan membuat Perumahan Citra. Lokasi yang memiliki luas sekitar 2,6 hektar akan dibangun rumah subsidi. ”Saat ini, kami hanya meratakan tanah saja. Kemarin, kita yang membersihkan lumpu itu. Ya, namanya hujan deras. Jadi, lumpur jatuh ke jalan. Sebelumnya mengalir ke tanah kita sini,” ucap Said. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here