Jalan Raya Tak Ada, Siswa Dayung Sampan ke Sekolah

0
460
Pulang Sekolah: Siswa sedang naik pompong saat pulang sekolah. F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

Anambas – Pemekaran Kabupaten Anambas sudah hampir delapan tahun. Namun, masih saja ada desa yang belum maksimal dalam menikmati pembangunan. Seperti yang dialami masyarakat dusun Langan Desa Batu Barapit Kacamatan Jemaja.

Akses jalan yang dari dusun langan ke desa Batu Berapit belum dibuka. Akibatnya, masyarakat harus berangkat pakai kapal motor dan sampan.

Pembangunan jembatan layang memang sudah dibangun sebagai penghubung. Tapi, akses jalan dari pemukiman menuju ke jembatan tersebut belum ada. Oleh sebab itu mereka meminta pemerintah agar dapat memperhatikan usulan itu.

”Jembatan penghubungnya sudah ada. Cuma akses jalan menuju jembatan itu dari desa maupun dari dusun yang tidak ada. Artinya jembatan layang yang dibangun yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) tidak bisa dimaanfaatkan dengan semestinya,” ungkap Kepala Desa Batu Berapit Kecamatan Jemaja Umar Lisman kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (17/2).

Katanya, pihaknya telah berupaya melakukan pembukaan badan jalan yang menggunakan anggaran desa pada tahun lalu. Namun, untuk melaksanakan pekerjaan yakni semenisasi anggaran desa tidak mampu lagi. Ia berharap kepada Pemda agar dapat merencanakan dan melaksanakan pembangunan tersebut.

Kata Umar, akses jalan itu sangat penting dan untuk mempermudah bagi masyarakat melakukan aktivitas setiap harinya. Diketahui siswa yang berada di dusun Langan yang mengecap pendidikan mulai dari tingkat SD maupun SLTP ke Desa Batu Berapit harus menyebarang laut menggunakan sampan untuk memperoleh ilmu dari sekolahnya.

”Hampir tiga tahun usulan itu disampaikan setiap pembahasan di musrenbang kecamatan hingga kabupaten, tapi hingga saat ini belum juga direalisasi. Mudah- mudahan tahun 2018 usulan itu disahkan oleh pemda,” ungkapnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here