Jalan Rusak, Lis Tegur Direktur PDAM

0
597
JALAN RUSAK: Terlihat jalan raya di kawasan D.I Panjaitan banyak rusak akibat penggalian pipa PDAM Tirta Kepri. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah berencana akan memberikan surat teguran kepada PDAM Tirta Kepri terkait banyak jalan raya yang tak rapi bekas galian pipa.

Lis mengakui, meski jalan raya yang digali bukan hanya milik Pemko Tanjungpinang. Ada juga jalan provinsi dan nasional namun dinilai merugikan masyarakat Tanjungpinang karena sebegai pengguna jalan raya tersebut.

Ia berencana akan menegur Direktu PDAM Tirta Kepri, Kholik agar jalan yang sudah digali kembali diperbaiki seperti semula. ”Sebagai kepala daerah, saya perlu menegur majemen PDAM nantinya. Ini juga erat kaitannya dengan pelayanan yang baik kemasyarakatt yaitu memberikan akses jalan mulus,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (21/9).

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, bila PDAM melakukan perbaiki pipa berada di bawah jalan raya tidak masalah. Yang jadi persoalan bila tidak dikembalikan seperti semula.

Contoh sederhana, jika ada orang yang meminjam barang hendaknya dikembalikan dengan bagus. Bila tidak tentu akan menimbulkan konflik atau persoalan baru dengan pemilik.

Hal inilah yang juga terjadi terkait penggalian jalan raya. PDAM Tirta Kepri mengirimkan surat akan ada pekerjaan dan sesuai kesepakatan akan diperbaiki. Realitanya, tidak mulus seperti sebelumnya. ”Jalan kita menjadi jelek dengan adanya penambalan lubang hanya menggunakan semen. Seperti kita lihat sekarang ini. Banyak kali tambal semen yang dilakukan PDAM itu,” ucap dia.

Tak hanya PDAM yang akan ditegur, tetapi ia akan minta Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang Kota Tanjungpinang, untuk menyurati Dinas PU Provinsi Kepri serta Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Kepri. Tujuannya, untuk segera memperbaiki jalan raya di Ibu Kota Provinsi Kepri berada di Kota Tanjungpinang. ”Kita inginkan mereka bersama-sama untuk mengatasi jalan raya itu. Kalau rusak seperti hanya tambal sana, tambal sini dan tak rapi,” sebut dia.

Sebelumnya, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Kepri juga meminta PDAM Tirta Kepri untuk bertanggungjawab dengan jalan raya nasional yang sudah dirusak. Yaitu dengan melakukan tambal sulam atau memperbaiki sama seperti semula.

”PDAM wajib mengaspal jalan raya karena kerusakan karena ada pekerjaan penggalian pipa,” ucap staf Teknik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) I Bintan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Kepri meminta PDAM Tirta Kepri, Hermawan belum lama ini.

Ia sempat memberikan contoh, bagaimana cara untuk menutupi bekas galian pipa air bersih menggunakan aspal. Pertama, PDAM terlebih dahulu mengecor bekas galian pipa tersebut. Setelah itu, diberikan space atau jarak sekitar tiga hingga empat sentimeter dari jarak jalan aspal awalnya.

Ini yang nantinya bisa ditambah sulam dengan aspal sehingga jalan raya rapi kembali. Kesempatan ini, Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik mengatakan, pihaknya sudah pernah melakukan pengaspalan sendiri, tetapi hasilnya tidak bagus dan memuaskan. ”Jadi, kita sudah koordinasi dengan Satker untuk membantu kita mengaspalterkait teknisnya tanya Kabag saya saja ya. Karena dia lebih tau,” sebut Kholik.

Hal senada disampaikan, Kepala Bagian (Kabag) PDAM Tirta Kepri, Wahyu, bahwa dirinya sudah koordinasi dengan Satker yang menangani jalan nasional tersebut. Intinya, pihak Satker siap membantu PDAM untuk mengaspal bekas galian pipa di jalan raya khusunya milik nasional. Hanya saja terkait realisasi perbaikannya belum diketahui kapan. “Ini yang masih perlu koordinasikan bersama,” ungkapnya.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here