Jalan TPU Batu 16 Segera Diperbaiki

0
789
Tinjau makam: Anggota DPRD Tanjungpinang Reni bersama Kabid Pemakaman dan PJU di Dinas Perkim Tanjungpinang saat meninjau TPU Batu 16, Tanjungpinang.f-istimewa

TANJUNGPINANG – Dinas Perumahan Rakyat Permukiman Kebersihan dan Pertamanan (Perkim) Kota Tanjungpinang melalui Bidang Makam akan menata beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Tanjungpinang dengan konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Konsep ini bukan terbilang baru dilontarkan, hanya saja tidak direalisasikan menunggu alokasi anggaran. Apakah melalui APBN maupun ABDP Pemko Tanjungpinang.

Belum lama ini, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Reni bersama Kabid Pertamanan dan PJU, Yoni didampingi Kasi Makam Dinas Perkim Kota Tanjungpinang, Indriani meninjau TPU Batu 16, Air Raja, Tanjungpinang. Hal ini, terkait kondisi jalan lingkungan menuju TPU.

Untuk akses jalan besarnya sudah di aspal, tetapi jalan lingkungan di kawasan TPU yang masih tanah. Pemko berniat akan melakukan puvingblok serta pembuatan drainase.

Baca Juga :  399 Kendaraan Ditilang

Hanya saja karena masalah lahan yang belum selesai, maka ditunda dikerjakan 2018 mendatang.

”Kita sudah alokasikan anggaran untuk puvingblok dan drainase, sekitar Rp 200 juta. Tapi masalah lahan perlu didudukkan kembali, biar dikemudian waktu tidak ada masalah,” ucap Reni usai peninjauan belum lama ini.

Yoni menambahkan, kedepan beberapa TPU di Tanjungpinang konsepnya RTH. seperti di TPU Tanjung Raya berada di Kampung Sidomulyo dengan luas 5.000 meter.

Melalui APBD Pemko Tanjungpinang, sekitar seperempat lahannya sudah di pagar. Rencananya akan dilanjutkan tahun depan. Serta sekarang juga sudah dilakukan penanaman rumput di setiap makam akan terlihat hijau dan asri.

Baca Juga :  Peradi Tanjungpinang Mencari Ketua Baru

”Konsepnya seperti TPU di Jakarta, jadi pengujung juga nyaman,” paparnya.

TPU Tanjung Raya sudah difungsikan tetapi belum banyak digunakan. Jadi, dinilai lebih mudah ditata dengan konsep RTH kedepannya. ”Ada sekitar kurang lebih setengah hektar gitu,” ucap dia.

Jadi, kalau sudah konsep RTH, tidak ada lagi makam masyarakat yang dibuat dari semen. Di Tanjungpinang, umumnya makam di TPU di semen oleh pihak keluarga bersangkutan. Seperti TPU di Batu 7, Batu 10 dan beberapa lainnya.

Selain ditanam rumput, makam milik masyarakat tersebut akan ditata rapai. Apabila ada warga meninggal dunia, penempatan makamnya ditentukan pengelola TPU. ”Nanti jarak antara makam satu dengan makam lainnya akan di atur. Ini yang akan tentukan nanti, berapa jarakanya,” ucap dia.

Baca Juga :  LAM Diminta Pilih Jenis Tanjak

Kemudian, pihaknya akan mencoba membentuk pengurus TPU. Ini dibentuk berdasarkan suka relawan masyarakat, yang dipimpin Ketua RT/RW setempat. Tujuan, agar nanti memiliki data masyarakat yang meninggal di kebumikan di TPU tersebut. Ini membantu kita juga. Apabila keluarganya datang, bisa langsung tanya ke petugas TPU. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here