Jam Belajar Semua Guru Ditambah

0
376
PENJABAT Wali Kota Tanjungpinang H Raja Ariza didampingi Kadisdik Kota Tanjungpinang Dadang AG bersama siswa baru SMP yang berkumpul di Lapangan Pamedan, pekan lalu. F-martunas/tanjungpinang pos

Tanjungpinang Kurang Tenaga Pendidik

Akibat kekurangan guru di sekolah-sekolah negeri baik SD dan SMP di Tanjungpinang, maka jam mengajar guru ditambah dari biasanya.

TANJUNGPINANG – KEPALA Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang AG mengatakan, saat ini kekurangan jumlah guru di Tanjungpinang sangat banyak. Sementara Disdik sangat terbatas anggarannya untuk merekrut guru dinas.

Untuk memenuhi kebutuhan guru, maka sekolah-sekolah menerima guru honor yang gajinya dibayar dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, karena keterbatasan penggunaan dana BOS sesuai aturan mainnya, kebutuhan guru tetap kurang.

”Untuk menutupi kekurangan itu, maka guru yang ada kita berdayakan. Jika syarat minimal agar bisa sertifikasi adalah mengajar 24 jam seminggu, maka sekarang sudah lebih dari situ. Malah mereka sudah mengajar hingga 36 jam seminggu. Jam mengajar mereka memang bertambah dari biasanya,” jelasnya baru-baru ini kepada Tanjungpinang Pos di Lapangan Pamedan saat mengumpulkan siswa.

Dadang melanjutkan, penambahan jam mengajar guru ini bukan hal yang luar biasa. Sebab, di zaman saat dirinya masih guru, ia malah mengajar hingga 40-42 jam. Ia pun meminta agar para guru jangan menganggap ini beban kerja. Sebab, pemerintah juga memikirkan kesejahteraan para guru melalui dana sertifikasi.

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Kepri ini mengatakan, banyak kekurangan guru di Tanjungpinang karena sudah beberapa tahun ini tidak ada penambahan guru melalui jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Jauh sebelum moratorium penerimaan CPNS dikeluarkan, sudah lama tidak ada penambahan guru di Tanjungpinang. Kondisi ini diperparah dengan moratorium tersebut.

Kondisi kekurangan guru makin menganga ketika banyak yang pensiun setiap tahun. Dan tiga tahun ini, jumlah guru yang yang akan pensiun makin banyak. Guru-guru yang diangkat atas instruksi presiden puluhan tahun silam akan pensiun semua dalam tiga tahun ini. Jika tidak ada penerimaan CPNS guru tahun 2018 ini, maka kondisi kekurangan guru Tanjungpinang makin parah.

Memang, kata Dadang, untuk sementara ini masih bisa diakali dengan mengangkat guru dinas dan gajinya dibayar melalui APBD. Namun, tidak mungkin hal seperti ini terus dilakukan karena akan menguras APBD. Apabila guru PNS yang banyak diangkat, tidak begitu membenani APBD.

Dadang menjelaskan lebih jauh, saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dua pekan lalu, banyak sekolah negeri yang membeludak pendaftarnya dan itu terjadi baik pada SD dan SMP. Namun yang paling parah terjadi pada SMP, khususnya di Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Di Kecamatan Tanjungpinang Timur, jelas Dadang, ada dua sekolah yang harus ditambah jumlah siswa per kelas dan penambahan rombongan belajar (rombel). Hal ini dilakukan atas permintaan masyarakat atau orangtua siswa bersama RT-RW dan lurah. Mereka menyampaikan surat permohonan penambahan rombel ke Disdik Tanjungpinang. Setelah hasil rapat, akhirnya dilakukan penambahan rombel di dua SMP di Tanjungpinang Timur yakni SMPN 16 dan SMPN 7.

Persoalan yang muncul adalah kekurangan guru terutama di SMPN 16. Informasi sebelumnya yang diperoleh Tanjungpinang Pos dari pihak SMPN 16, mereka kekurangan 11 orang guru. Namun, ketika hal ini dikonfirmasi ke Dadang, ia mengatakan sekolah tersebut kini kekurangan enam guru.

”Guru yang ada kita maksimalkan. Jam kerja mereka ditambah. Kalau kita ambil guru dari sekolah lain, semuanya sudah kekurangan. Makanya, jam mengajar mereka yang kita tambah,” jelas Dadang.

Untuk mengatasi persoalan kekurangan guru itu, maka diserahkan ke komite sekolah. Pihak komite bisa menerima guru yang disebut guru komite dan gajinya digaji oleh komite. Sebab dana BOS sekolah itu tidak mencukupi lagi untuk menambah guru sekolah karena aturannya maksimal 15 persen dari dana BOS per tahun. Jika menyalahi aturan tersebut, maka bisa jadi temuan. Sehingga pihak sekolah tak berani melanggar aturan.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here