Jambret Ibu Muda, Residivis Disergap Polisi

0
394
polisi saat menunjukkan hasil jambret yang dilakukan Hadi Saputra, Kamis (18/7). F-Jendaras Karloan/tanjungpinang pos

TANJUNGUBAN – Langkah Aksi Kejahatan Hadi Saputra (25) akhirnya terhenti. Pria asal Jambi yang sudah sebulan terakhir ini meresahkan warga Tanjunguban, akhirnya disergap Unit Reskrim Polsek Bintan Utara, Kamis (18/7) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Hadi berhasil ditangkap usai melakukan aksi penjambretan terhadap Desi, ibu muda cantik yang akan pergi ke toko emas di Tanjunguban. Korban sedang menggendong anaknya dan membawa tas berisi perhiasan emas itu menjadi korban Hadi.

Aksi dilakukan Hadi setelah melihat ibu muda itu berjalan kaki sambil menggendong anak. melihat kelemahan sang wanita berambut lurus tersebut, Hadi mengenakan penutup wajah langsung menjalankan aksinya.

Berhasik mengambil sebuah kalung dan cincin. Desi pun langsung menghubungi polisi dan memberikan ciri-ciri pelaku. Bermodalkan keterangan tersebut, unit reskrim langsung bergerak.

Setelah melakukan penyisiran sekitar tiga jam, akhirnya tim berhasil menyergap pelaku di Jalan Permaisuri Tanjunguban, tepatnya di depan Swalayan Prima Indah. Sempat mengelak dan berusaha melarikan diri, akhirnya pelaku berhasil diamankan.

Mengejar barang bukti, akhirnya polisi menggeledah rumah kos pelaku di Jalan Tendean Tanjunguban Selatan. Di kosan tersebut, polisi menemukan semua barang bukti hasil curian yaitu dua buah kalung emas, satu cincin emas, tiga unit HP dan uang tunai Rp5 ribu dan 2 dollar Singapura.

Kemudian polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario BP 2987 FF yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya. Ada juga satu tas berwarna merah dan penutup wajah milik pelaku

Kapolsek Bintan Utara Kompol Arbaridi Jumhur melalui Kanit Reskrim Iptu Nasrun Sembiring mengatakan, pelaku Hadi sudah melakukan aksinya di Tanjunguban sebanyak 4 kali dalam kurun waktu sebulan terakhir.

“Sudah empat kali, pertama tanggal 21 Juni di Jalan Datuk Syahbandar, kedua tanggal 3 Juli di Pasar Baru, kemudian pada tanggal 16 Juli di Jalan Bhakti Praja dan terakhir pada hari ini di Pasar Baru,” jelasnya.

Dijelaskannya lagi, aksi jambret tersebut berhasil diungkap atas informasi dari korban. Atas informasi tersebut polisi langsung melakukan pengejaran.

“Ada tas merah yang dikenakan pelaku serta sepeda motornya, itu yang menjadi informasi yang berhasil dilacak oleh polisi,” sebutnya.

Sementara itu, Hadi Saputra mengakui perbuatannya dilakukan sejak sebulan terakhir ini. Dijelaskannya ia baru 3 bulan menetap di Tanjunguban dan bekerja di salah satu gudang pertokoan kaca di Tanjunguban.

“Saya menjambret karena desakan ekonomi pak. Penghasilan tidak cukup, istri saya juga sedang hamil 1 bulan,” akunya.

Dari hasil kejahatannya tersebut, pelaku mengaku belum sempat menjual hasilnya. Baru uang sebanyak Rp 400 ribuan yang sudah dipergunakannya.

“Rencananya mau dijual pak, tapi belum sempat. Saya juga pernah jambret di pinang pak dan masuk penjara selama 11 bulan, udah setahun lah saya bebas pak,” ucapnya kepada Tanjungpinang Pos.

Sementara Desi, ibu muda cantik mengatakan dirinya sangat terkejut. Ia tidak mengira akan menjadi korban jambret.

“Tadi saya lagi gendong anak saya, tiba-tiba tas saya ditarik dan dibawa lari. Untuk saya dan anak bayi saya tidak terjatuh,” ucapnya saat dimintai keterangan di Mapolsek Bintan Utara. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here