Jangan Bawa Penumpang Over Kapasitas

0
214
PLT KSOP Tanjungbalai Karimun Capt Mappeati dan Instansi lainnya usai gelar apel kesiapan untuk Natal dan tahun baru di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, Selasa (17/12) pagi. f-istimewa

Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Karimun, Selasa (18/12) kemarin melaksanakan apel kesiapan pengamanan Natal dan tahun baru. Kapten kapal diminta jangan bawa penumpang melebihi kapasitas.

KARIMUN – Peserta apel dari pegawai KSOP dan satuan lainnya yang bertugas di Pelabuhan Domestik dan Internasional Tanjung Balai Karimun.

Setelah apel, dilakukan pemeriksaan kapal dan menempelkan imbauan keselamatan yang berisi tentang nakhoda harus mengutamakan keselamatan berlayar, mengangkut penumpang tidak melebihi kapasitas.

Selain itu, operator pelayaran juga harus mempersiapkan dan menyediakan peralatan keselamatan berlayar dan memperhatikan cuaca dilaut saat dalam pelayaran.

”Kami memperkirakan lonjakan penumpang terjadi pada 3 hari menjelang akhir natal. Pemudik dengan tujuan Dumai dari Tanjung Balai Karimun akan memadati pelabuhan,” kata PLt Kepala KSOP Tanjungbalai Karimun, Capt Mappeati usai apel.

Untuk kelancaran arus mudik natal dan tahun baru, pihak KSOP melaksanakan kordinasi dengan semua instasi terkait pengamanan di areal pelabuhan ditingkatkan.

Kemudian menyiapkan sarana kapal tambahan, dan apabila sewaktu waktu terjadi lonjakan penumpang dapat diangkut kapal cadangan yang menunggu di pelabuhan dan berangkat pagi.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) TB Kelas II TB Karimun mengingatkan pengguna jasa laut tentang potensi bahaya cuaca ekstrem dilaut.

Mengingat, musim pancaroba seperti angin dan gelombang tinggi jelang akhir tahun sangat membahayakan bagi yang beraktivitas di laut.

Kepala Seksi Gamat KSOP TB Karimun Syafrinaldi mengingatkan, para awak kapal agar selalu waspada mengingat musim peralihan cuaca saat ini.

”Selain cuaca hujan, juga disertai angin berpotensi menimbulkan gelombang tingggi dilaut,” ujar Syafrinaldi, Jumat (16/11) lalu.

Ia menyampaikan, kondisi cuaca sekarang kerap berubah ubah dan tidak menentu.

Untuk mengetahui kondisi cuaca setiap pelayaran, maka pihaknya tetap berkordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun.

Syafrinaldi menegaskan, pihaknya akan melarang kapal berlayar dari Pelabuhan Domestik dan Internasional jika tinggi gelombang dan angin tidak baik untuk pelayaran.

Larangan tersebut dilakukan, demi keselamatan penumpang seperti beberapa hari lalu.

Selain itu, kelaikan kondisi kapal jadi pertimbangan dalam memberikan surat persetujuan berlayar (SPB) saat akan bertolak dari Tanjung Balai Karimun tujuan Batam, Tanjung Samak, Selat Panjang, Buton dan Dumai.

”Meskipun demikian, kejujuran dan keterbukaan agen pelayaran dan kru kapal sangat dibutuhkan. Meskipun waktu perbaikan belum sampai waktunya, karena yang tau kondisi kapal adalah kru kapal. Selama mereka berlayar,” jelas dia.

Ia juga mengimbau kepada kru kapal, agar tidak menutup-nutupi kondisi kapal hanya karena khawatir tidak diberikan izin berlayar oleh KSOP.

Syafrinaldi juga menegaskan, hal itu demi kebaikan bersama untuk keselamatan kapal dan terutama penumpang.

Hal terpenting adalah, saat kapal berlayar harus dilengkapi dengan Life Jacket yang melebihi jumlah penumpang kapal.

Imbauan ini, untuk semua pengguna jasa laut, kapal penumpang antar provinsi, dan kapal penumpang antarpulau, termasuk speedboat. (ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here