Jangan Benturkan Agamis dengan Entrepreneurship

0
157
Dian Fadillah

Oleh: Dian Fadillah, S.Sos
Ketua Sanggar Lembayung Tanjungpinang

Agama adalah sebuah koleksi terorganisisr dari kepercayaan, system budaya dan pandangan dunia yang berhubungan dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasi, symbol dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup badan/atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semerta.

Dalam keyakinan penganut agama mempelajari kosmos dan sifat manusia, memdperoleh moralitas, etika, hukum, agama atau gaya hidup yang disukai. Dari 4. 200 agama (Menurut Wikipedia) yang mengorganisiir prilaku, pendekatan yang digunakan, kepatuhan termasuk kitab yang digunakan dan tempat tempat sucinya. Menurut Emile Durkheim bahwa agama yang berbeda dari keyakinan pribadi adalah sesuatu yang nyata secara sosial.

Begitu banyak permasalahan yang berhubungan dengan makhluk dan Sang Khalik, maka sandaran utamanya adalah menyampaikan langsung kepada Allah swt sebagai Sang Pencipta dalam pendekatan agama (Shalat, Do’a, Sedekah). Dalam rangka menjaga itu semua dan bertahan tetap survive hidup maka perlu berusaha mencari kemanapun dan bagaimanapun asal halal untuk makan, minum dan keperluan lainnya sehingga konsep wirausaha haruis dimiliki oleh semua orang tanpa terkecuali.

Banyak keinginana harus banyak kerja mengeluarkan keringan sehingga ide ide cemerlang bermunculan dalam upaya uitntuk melengakp keingaibn diluar kebicasaan (apakah jalan-jalan, shopping dan perawatan) segala kebutuhan itu merupakan biaya yang perlu dicara dengan pola pola terarah dan terukur serta berkesinambungan sehingga timbullah jiwa wirausaha yang berakar daya pikir yang kuat, keterampilan yang dilengkapidengan sikap mental dan intuisi yang terarah. Hal itu dapat memunculkan pundi pundi baru keuangan diri sendiri dan lingkungan sekirar yang akan diraih.

Dua nuansa yang bisa diangap bertolak belakang ini menjadi sorotan utama yang menjadi trending topik masalah Indonesia jaman now tepatnya visi missi Cawapres dan Cawapres 2019. Masalah agama merupakan masalah penting krusial sebagai bagian dari SARA (Suku Agama dan Ras ) seperti : Konflik antar suku di Sampit (2010, Konflik antar agama di Ambon (1999), Konflik antar etnis (1998), Konflik antar golongan agama (Ahmadiyah dan Syiah (2000) Konflik antar golongan dan pemerintah (GAM, RMS, OPM) dan permasalahan pelecehan yang mengatasnamakan agama yang diikuti dengan Gerakan 212 Umat islam yang mengarah kepada Pilkada Pemilu dan Pilpres 2019.

Disisi lain dalam Konsep Wirausaha dianggap hal penting untuk dijadikan pemikiran keseharian untuk urusan perut sebagai solusi kehidupan saat ini dengan yang baru mencapai 1,65 % dari jumlah penduduk Indonesia yang dianggap masih sangat sedikit berwirausaha dan berhasil apabila dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, dan Singapore dengan jumlah diatas 4 %. Perbedaan hal itu berpengaruh kepada kesehatan ekosistem kewirausahaan secara signifikan.

Masih banyak permasalahan yang terjadi sepanjang perjalanan kehidupan negara baik di bidang ekonomi, sosial, politik dan sebagainya. Untuk negara Indonesia tercinta masalah yang terjadi di Indonesia saling berkaitan satu sama lain. Pemerintah senbagai pemilik negara dan rakyat harus terus berbenah untuk mengurangi masalah itu sedikit demi sedikit terutama dengan kehadirannya di tengah masyarakat.

Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan sebagai subyek pelaksana untuk mempercepat penyelesaian segala permasalahan yang ada. Menurut Hadi Sasrawan dalam Blogspotnya ada banyak permasalahan yang harus dihadapi secara terus menerus. Mulai dari masalah Kemiskinan, Korupsi serta Penegakan Hukum yang Lemah. Melalui tindakan aktif keagamaan dan concern terhadap pengentasan kemiskinan dengan kewirausahaan yang kuat untuk meyelesaikannya. Masing-masing memiliki plus minum ditinjaklanjuti sebagai seuatu aktivitas penting

Rasa kepuasan dan ketidakpuasan pada pemerintah saat akan berpengaruh secara signifikan terhadap kelanjutan pemerintahan ke depan. Pertandingan di 2019 dan anda harus bisa mengambil hati rakyat dan dapat setidaknya menguasai dan mengatasi 2 isu publik yang mendasarinhya.

Rencrana stratergis dilakukan dalam merelasisakinnya karena bagaimanapun Indonesuia harus bangkit Untuk mengangkat harkat martabat sendiri yang sudah di zhalimi oleh anak bangsa sendiri sehingga terpuruk seperti ini. Jangan sampai ada perbenturan antara agama dengan kewirausahaan. Ingat : Kangan Brnturkan Agama dengan Wirausaha tapi gabungkanlah sehingga searah sejalan. Kita harus mandiri nmemperbaiki diri kepada Allah swt dengan melaksanakan keduanya agar Indonesia bangkit dan di hargai oleh Dunia Internasional. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here