Jangan Biarkan Banyak Pemilih Golput

0
509
Dua calon Wali Kota Tanjungpinang, Gubernur Kepri, Waka Polda Kepri, Kapolres Tanjungpinang dan tim sukses foto bersama usai menggelar deklarasi damai yang digelar di kawasan Dompak, belum lama ini.F-raymon/tanjungpinang pos

Disdukcapil dan KPU Harus Jemput Bola

Pengamat Politik dari Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka menegaskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pemerintah Kota Tanjungpinang, untuk tidak membiarkan banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak pilih. Terutama pada pecoblosan di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Kota Tanjungpinang, 27 Juni mendatang.

TANJUNGPINANG – Hanya dengan alasan masyarakat tidak memiliki KTP-Elektronik (KTP-el). Mereka juga belum melakukan rekaman KTP-el hingga mereka tidak memiliki surat keterangan (Suket) penganti KTP-el, karena KTP-elnya belum dicetak. Hal ini dikhawatirkan angka pemilih yang tidak memilih atau Golongan Putih (Golput) tinggi. Padahal anggaran yang dikeluarkan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut besar.

Baca Juga :  Panwaslu Turunkan 35 Pengawas di Debat Paslon Pilwako

”Kalau benar 13.000 masyarakat yang belum merekam KTP-el bakal berdampak pada saat pencoblosan dibilik suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga manipulasi data,” tegasnya, kemarin.

Kata dia, bukan dikarenakan masyarakat tak mau menyalurkan hak suaranya pada 27 Juni 2018 nanti, tetapi, masyarakat tersebut belum memenuhi syarat administrasi kependudukan. Perekaman KTP-el salah satunya.

Sambung dia, baiknya masyarakat juga harus proaktif, bagi yang belum melakukan rekaman, harus mendatangi tempat perekaman. Bila sudah melakukan perekaman, maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang bakal mengeluarkan surat keterangan (suket).

Suket yang sudah dimiliki dasar masyarakat untuk memilih kepala daerah Tanjungpinang mendatang.

Baca Juga :  PAN Belum Putuskan Dukungan di Pilwako 2018

Ia membeberkan, ada dua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, yang menjadi peserta pesta demokrasi tahun 2018 ini, yakni calon nomor urut 1, yaitu H Syahrul-Rahma dan nomor urut 2, H Lis Darmansyah-Maya Suryanti.

Ia katakan, pemilihan tahun 2018 ini berbeda dari Pilkada sebelumnya. Kalau Pilkada sebelumnya, banyak yang golput dikarenakan masyarakat memang tidak mau menyalurkan hak suaranya.

”Sekarang jangan dikarenakan 13.000 orang belum merekam KTP-el dibilang golput. Pasalnya, mereka belum memenuhi syarat administrasi kependudukan,” kata Endri.

Untuk mengindari itu, dosen Stisipol Raja Haji Tanjungpinang ini, menyarankan Disdukcapil Kota Tanjungpinang untuk mengubah sistem perekaman KTP-el. Yang sekarang merekam KTP-el hanya di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Lis Cenderung Pilih Maya, Syahrul Pilih Siapa?

Sekarang manfaatkan kantor Lurah maupun Camat untuk dijadikan tempat perekaman KTP-el. Supaya memudahkan masyarakat untuk melakukan perekaman KTP-el.

”Ini perlu dilakukan Disdukcapil Kota Tanjungpinang dari sekarang,” terang dia.

Kemungkinan, lanjut dia, dari 13.000 orang yang belum melakukan perekaman KTP-el, bisa jadi pemilih pemula masih kuliah di luar daerah Kota Tanjungpinang. Jadi, pemilih pemula tersebut belum punya waktu untuk melakukan perekaman KTP-el. “KPU dan Pemko tak boleh membiarkan banyak yang golput,” tegasnya.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here