Jangan Habiskan Hasil Tambang

0
546
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bersama tim KEK pusat, Kepala DPMPTSP dan Naker Bintan serta pimpinan PT BAI, meninjau pelabuhan KEK smelter Galang Batang, beberapa waktu lalu.f-dokumen/tanjungpinang pos

Sebaiknya wacana dibukanya tambang bauksit tidak usah dulu terlalu besar dampaknya contoh yg sekarang dimana2 yg ada tandus, gersang dan berlobang2 hasil alam ini jangan dipaksa utk dihabiskan ingat anak cucu… Wass
+6281536383421

Tambang Picu Kerusakan Alam
Kita sdh saksikan bersama betapa kerusakan bumi Kepri milik Allah dirusak, dibrodozer dan dikuras tanah bauksitnya olh pengusaha tambang yg bersubhat dg pejabat yg terkait ketika itu lk 3 tahun silam. Kini disaksikan bumi segantang lada ini meratapi lahan tandus serta gersang bagai kepala botak dilihat dari udara. Hasil penjualannya masuk ke kantong oknum pengusaha yg bersubhat dg pejabat terkait yg kehidupan sementaranya penuh glumour kemewahan. Sedangkan negeri ini tak dapat apa2 terkecuali kerusakan alam yg jadi warisannya. Patut jadi PR pak Nurdin sebagai gubernur Kepri yg baru menguusut sampai tuntas.
+6281364252006

TANGGAPAN:
Tidak ada larangan bagi pihak pengusaha tambang di Kepri untuk melakukan aktivitas penambangan bauksit. Presiden RI Joko Widodo sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Baca Juga :  Sampai Kapan Seragam Sekolah Gratis?

Asalkan, ada komitmen perusahaan untuk membangun pabrik smelter. Komitmen tersebut diberi waktu sampai lima tahun. Nah dalam waktu lima tahun ini, perusahaan yang belum punya smelter atau yang belum buat, dizinkan untuk ekspor dengan pencucian bauksit, 42 persen. Hal ini juga tertuang di permen 5.

Jadi lima tahun ini, pembangunan smelter mesti dipersiapkan sambil menambang. Setiap 6 bulan, kementerian ESDM akan croscek. Sudah ada beberapa pihak perusahaan yang mendapatkan izin di Kepri oleh Kementerian/Lembaga di pusat. Bahkan sudah melakukan proses stok file atau aktivitas mengumpulkan kembali bauksit yang masih potensi untuk di olah saat ini.

Baca Juga :  Percepat Jembatan Babin

Mereka boleh melakukan itu. Pihak perusahaan lainnya yang belum mendapatkan izin dari pemerintah pusat, boleh menjual kepada perusahaan yang mendapatkan izin oleh pemerintah pusat yang IUP masih hidup dan punya izin kuota ekspor. Di Kepri saat ini baru ada dua perusahaan yang mendapatkan izin dari kementerian pusat, terkait IUP dan dikeluarkan izin kuota ekspor bauksit. Di antaranya, masing-masing PT Lobindo dan Gunung Bintan Abadi (GBA).

Mereka ini yang sudah punya kuota ekspor, dan masih hidup izinnya. Untuk mendapatkan kuota ekspor, itu bukan wewenang dan tanggungjawab Pemerintah Provinsi. Melainkan, pemerintah pusat/ Kementerian. Jadi perusahaan terkait mengurus kepada kementerian.

Baca Juga :  Parkir Mesti Pakai Karcis

Pemprov sudah menerima laporan beberapa perusahaan khususnya di Pulau Bintan yang sudah melakukan aktivitas stok file bauksit, yakni empat prusahaan ,lengkuas, kuatan, HKTR, Khatulistiwa. Mereka ini menjualnya kepada IUP yang masih hidup, mereka tak bisa ekspor. Karena tak punya kuota. (ais)

Amjon
Kadis Pertambangan SDM Pemprov Kepri

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here