Jangan Habiskan Hasil Tambang

0
731
Lahan bauksit: Anggota DPRD Kota Tanjungpinang saat sidak ke tambang bauksit beberapa tahun lalu. f-dokuen/tanjungpiNang pos

Sebaiknya wacana dibukanya tambang bauksit tidak usah dulu terlalu besar dampaknya contoh yg sekarang dimana2 yg ada tandus, gersang dan berlobang2 hasil alam ini jangan dipaksa utk dihabiskan ingat anak cucu… Wass
+6281536383421

 

Alam Rusak, karena Oknum Pejabat
MBS. BERITA mengejutkan, di tengah2 kabar defisitnya kas daerah tengungkap ada sekitar Rp 500 M (1/2 triliun rp) dana reklamasi itu tersimpan di Bank Plat Merah Pemda Kepri. Kita sdh saksikan bersama betapa kerusakan bumi Kepri milik Allah dirusak, dibrodozer dan dikuras tanah bauksitnya olh pengusaha tambang yg bersubhat dg pejabat yg terkait ketika itu lk 3 tahun silam. Kini disaksikan bumi segantang lada ini meratapi lahan tandus serta gersang bagai kepala botak dilihat dari udara. Hasil penjualannya masuk ke kantong oknum pengusaha yg bersubhat dg pejabat terkait yg kehidupan sementaranya penuh glumour kemewahan. Sedangkan negeri ini tak dapat apa2 terkecuali kerusakan alam yg jadi warisannya. Patut jadi PR pak Nurdin sebagai gubernur Kepri yg baru menguusut sampai tuntas.
+6281364252006

TANGGAPAN:
Dana reklamasi dan dana pascatambang di empat kabupaten/kota di Provinsi Kepri saat ini mencapai Rp 273 miliar. Rinciannya, Bintan Rp 129 miliar, Karimun Rp 52 miliar, Tanjungpinang Rp 32 miliar, Lingga Rp 22 miliar dan Kabupaten Natuna Rp 351 juta. Bagi perusahaan tambang yang ingin mencairkan dana tersebut dapat mengajukan permohonan ke Pemprov Kepri. Dan Perusahaan-perusahaan yang sudah tidak lagi melaksanakan kegiatan tambang, diperbolehkan untuk mengusulkan pencairan dana reklamasi dan reklamasi pascatambang ke kita.

Pengusulan untuk pencairan dana tersebut, pihak perusahaan wajib melibatkan konsultan publik. Nantinya, konsultan publik itulah yang akan menguji kegiatan reklamasi dalam bentuk apa yang akan dilakukan di area pascatambang. Setelah dia (konsultan publik, red) lapor ke kita, baru kita uji ke lapangan. Kalau tidak cocok kita minta untuk diperbaiki, kalau cocok baru dipresentasikan

Jika seluruh tahapan selesai, baru kemudian pihaknya akan melibatkan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan pihak kepolisian untuk mengawal pencairan dana tersebut. Biar lebih transparan saja nanti. Dana reklamasi itu kini disimpan di BPR milik pemerintah daerah. Setakat ini, lanjutnya, sudah ada tiga perusahaan yang mengajukan permohonan untuk pencairan dana reklamasi tersebut. Ketiga perusahaan itu berasal dari Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Sementara Ekspor bauksit dilarang sejak Januari 2014. Sejak itu, ekonomi di Pulau Bintan, Karimun dan Lingga kian lesu. Hanya saja, banyak daerah yang gersang akibat bekas penambangan itu.

Ekspor bauksit bisa dilakukan apabila sudah diproses atau dimurnikan di smelter. Sehingga bernilai jual tinggi. Karena itu, pabrik smelter wajib dibangun bila ingin mengekspor hasil olahan bijih bauksit. Namun, untuk membangun smelter ini butuh waktu 3-5 tahun dan modalnya besar. Sekarang, pemerintah kembali membuka izin ekspor bauksit mentah tapi sekaligus membangun smelter.

Pasca berakhirnya relaksasi ekspor konsentrat (mineral yang sudah diolah tetapi belum sampai tahap pemurnian) per 11 Januari 2017, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 (PP 1/2017), Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2017 (Permen ESDM 5/2017), dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2017 (Permen ESDM 6/2017).

Aturan baru ini dinilai membuka kembali keran ekspor beberapa komoditas mineral mentah yang sebelumnya ditutup pada 11 Januari 2014. Permen ESDM 5/2017 membuka peluang ekspor bijih nikel dengan kadar di bawah 1,7 persen (kadar rendah) dan bauksit yang telah dicuci (washed bauxite) dengan kadar A12O3 lebih dari 42 persen yang tidak terserap oleh smelter (fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral) di dalam negeri. (mas/ais)

Amjon
Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here