Jangan Jual Pulau, Wai!

0
520
Rombongan camat Mantang bersama pimpinan FKPD Kecamatan usai mengibarkan bendera merah putih di Pulau Ajab, beberapa waktu lalu. f-istimewa

MBS sunggoh aneh, masa’ pulau dijual. Padahal pulau-pulau yang ade di kepri dan di Indonesia pada umumnye, milek negare Indonesia bukan milek pribadi.
081374229053

TANGGAPAN:
Untuk mencegah timbulnya isu penjualan pulau kepada pihak asing, pemerintah daerah mesti mengelola pulau yang tak berpenghuni atau kosong.

Kita meminta kepada stakholder, terutama pemerintah daerah sama-sama kita menjaga, mengelolanya. Karena berbicara pulau, itu menyangkut ruang hidupnya masyarakat

Isu penjualan pulau kepada pihak asing lewat situs online belum lama ini, isu tersebut tidak benar. Bahkan pulau yang tidak berpenghuni saat ini dipastikan aman bahkan pihaknya mengklaim siap memberikan kondisi aman dan representatif bagi kedaulatan Indonesia khususnya Provinsi Kepri.

Baca Juga :  Mana Hutan Lindung yang Sesungguhnya

Saat ini lebih kurang ada sekitar 1000 pulau dari 2500 pulau yang, terdata tidak berpenghuni. Harapan kita pulau yang belum berpenghuni ini, agar bisa diberdayakan untuk kehidupan, kesejahteraan masyarakat. (ais)

Brigjend TNI
Gabriel Lema, S.Sos
Danrem 033/Wira Pratama

TANGGAPAN:
Saya sudah instruksikan agar aparat pemerintah Kecamatan Mantang, desa sampai ke perangkat RT/RW untuk memantau Pulau Ajab (Ajab Island), yang diisukan dijual di luar negeri melalui situs online. Tidak boleh menjual pulau tersebut. Apalagi sampai menjual ke pihak asing, tidak boleh.

Baca Juga :  Halaman Muka Ibukota Mesti Ditata

Penjualan pulau sama sekali tidak dibenarkan dan telah melanggar ketentuan Undang Undang. Sesuai Pasal 33 ayat 3 Undan Undang 1945, bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara.

Yang diperbolehkan itu adalah pengelolaan potensi pulau tersebut. Dan itu, harus sesuai aturan-aturan yang berlaku. Pemkab Bintan tidak mengetahui terkait adanya penjualan Pulau Ajab di wilayah Kecamatan Mantang tersebut. Pemkab Bintan baru mengetahui isu itu, setelah ada pemberitaan di media massa dan mengecek situs online.

Saya meminta agar para pemilik lahan di pulau seluas lebih kurang 27 hektare itu, segera berkoordinasi dengan Pemkab Bintan dalam pemanfaatan potensi lahannya. Koordinasi ini bisa melalui Camat Mantang dan DPMPTSP-Naker Bintan. Sehingga, bisa potensi pulau bisa dikembangkan melalui investasi pariwisata. Agar nilai ekonominya jauh lebih tinggi, dibandingkan dijual kepada pihak asing.

Baca Juga :  Jembatan Dompak Tempat Nongkrong

Saya sudah instruksikan kepada camat, aparatur desa sampai ke tingkat RT/RW, untuk terus memantau perkembangan terkini Pulau Ajab tersebut. Kita juga berharap agar BPN bersinergi. (fre)

Apri Sujadi
Bupati Bintan

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here