Jangan Naikan HET Gas 3 Kg

0
571
Raja Alhafiz

Tokoh masyarakat meminta kepada Pemko Tanjungpinang agar menunda kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) tabung gas elpiji 3 kilogram.

TANJUNGPINANG – Sekretaris Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi H Raja Alhafiz juga tokoh masyarakat Tanjungpinang meminta agar Pemko jangan ngotot menaikkan HET gas. Ia juga mempertanyakan kenapa usai Pilwako Pemko baru ngotot menaikkan HET gas 3 kilogram dari Rp15 ribu per tabung menjadi Rp 18 ribu per tabung untuk wilayah kota. Untuk wilayah Dompak dan Penyengat dari Rp16 ribu jadi Rp19 ribu.

Sambung dia, HET Rp15 ribu per tabung saja, pengecer gas 3 kilo ada menjual hingga Rp 20 ribu pertabung. Kalau HET Rp18 ribu, bisa-bisa pengecer gas menjual ke masyarakat Rp25 ribu per tabung. Ia juga mempertanyakan kenapa pemerintah tidak melibatkan perwakilan dari masyarakat untuk membahas kenaikan HET tabung gas LPG 3 kilogram.

Baca Juga :  Dewan Minta Jalan Lingkar Ditunda

Ia juga mengkritik dinas terkait tiba-tiba ingin menaikkan HET gas tanpa ada sosalisasi kepada masyarakat Kota Tanjungpinang. Kalau Pemko diam-diam membuat kebijakan merugikan masyarakat pasti masyarakat menolaknya. Ia juga menyoroti apa dasar hukumnya HET naik padahal daerah lainnya di Kepri tidak ada menaikkan HET gas elpiji 3 kilo. Gas 3 kilo ini adalah gas subsidi.

Kata dia, selama ini HET Rp15 ribu hanya berlaku kalau masyarakat membeli di SPBU saja. ”Kita minta Pj Wako Pak Raja Ariza jangan teken surat kenaikan HET gas tiga kilogram dulu,” kata Raja Alhafiz, kemarin.

Baca Juga :  Beras Medium Hanya Rp 8.100 Per Kilo

Ia mengatakan, kondisi ekonomi di Tanjungpinang belum stabil belum layak HET naik. Ia juga minta agar Pj Wako untuk mempertimbangkan kembali terhadap kenaikan harga gas LPG 3 kilogram. ”Harus ditunda karena Pemko tidak melibatkan masyarakat,” ucap dia.

Biaya operasional meningkat serta nilai kebutuhan hidup para pekerja perusahaan swasta, untuk tidak menjadi dasar alasan kenaikan HET tabung gas LPG 3 kilogram. Kalau dua faktor tersebut menjadi dasar kenaikan HET, berarti secara tidak langsung masyarakat umum membayar gaji para pekerja tersebut. ”Nampak distributor/agen tidak sanggup bayar gaji karyawannya, masyarakat jadi dikorbankan,” sebut dia.

Baca Juga :  Lampu Hias Sungai Carang Rusak

Hingga berita ini terbit, Pj Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza belum memberikan keterangan kepada awak media, yang sudah mengkonfirmasi melalui handphone seluler miliknya. Sebelumnya, Pemko akan menaikkan HET gas. Surat kenaikkan HET sudah di meja Pj Wako Raja Ariza. Sebelumnya, Sekda Tanjungpinang Riono mengatakan usulan kenaikkan HET sudah disampaikan para pengusaha gas sejak tahun 2009 lalu. Alasanya, karena biaya operasional agen gas membengkat, dan untuk membayar gaji karyawan.(ANDRI – ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here