Jangan Paksa Masyarakat Beli Pertalite

0
518
Nuryanto

BATAM – Kondisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Batam yang minim dengan premium, mendapat protes dari DPRD Batam.

Pertamina dinilai memaksa masyarakat membeli Pertalite dengan stok premium yang minim. Dimana keluhan masyarakat, hanya sekitar dua atau tiga hari dalam satu minggu premium yang tersedia. Bahkan ada SPBU yang mengaku seperti terpaksa menjual Pertalite.

Namun Area Manager Communication dan Relations Sumbagut, Fitri Erika, Minggu (21/5) membantah pengurangan premium di Batam. Menurutnya, Pertamina masih tetap menyalurkan premium.

”Pertamina masih tetap menyalurkan premium. Setiap hari Pertamina masih tetap mengirimkan pasokan premium melalui mobil tangki ke SPBU di Kepri,” kata Erika.

Bahkan menurutnya, penyaluran premium di Kepri 800 kilo liter (kl) per hari atau 800.000 liter per hari. Bahkan jumlah stok premium diakui lebih besar dari Pertalite dibanding premium.

”Kalau pertalite 200 kl per hari,” katanya.

Di pihak lain, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menilai, ada perubahan kebijakan Pertamina terhadap Batam. Sesuai dengan keluhan masyarakat, Pertamina terkesan memaksakan warga untuk membeli Pertalite, dengan stok premium yang minim di Batam. Kebijakan itu dirasa konyol.

”Sekarang yang ditanyakan, apakah masyarakat mampu kalau dipaksa beli Pertalite. Ini seperti menggunakan kekuasaan untuk membuat kebijakan,” cetusnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here