Jangan Paksa Siswa Beli Seragam di Sekolah

0
752
MENUNGGU JEMPUTAN: Para siswa berada di gerbang SMPN 16 Tanjungpinang menunggu jemputan pulang sekolah. f-DESI LIZA PURBA/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Pascalebaran, sejumlah masyarakat disibukkan dengan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah negeri maupun swasta. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang maupun Provinsi Kepri memberikan jaminan bahwa biaya paket baju seragam tidak akan terlalu mahal.

Hal itu disampaikan, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Disdik Kepri, Atmadinata kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (20/6) lalu. Ia mengakui jika perihal baju seragam dari tahun ke tahun memang krusial, namun harus memahami terlebih dahulu makna dari baju seragam itu sendiri.  Baju seragam merupakan kesamaan mulai dari bentuk, penguatan identitas sekolah masing-masing. Meski demikian, Atmadinata dengan tegas menyampaikan bahwa tidak ada pemaksaan kepada wali murid untuk membeli baju seragam yang sudah disediakan sekolah.

”kita sifatnya hanya memberikan solusi, yakni harganya harus dibawah harga pasar, dan boleh dibeli per unit seragam. tidak ada keharusan untuk membeli sepaket baju seragam karena bisa saja ada pakaian dari saudara atau kakaknya yang masih layak digunakan,” jelas Atmadinata. Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama, Tamrin Dahlan yang menjamin bahwa kebijakan pemerintah terkait harga baju seragam tidak akan membebani orangtua siswa.

”Namanya pendidikan itu yang penting adalah ilmunya, tetapi semangat menuntut ilmu itu bisa dibangun dari keseragaman itu sendiri, justru akan menjadikan mental pelajar down kalau beda seragam dengan team-temannya,” ujarnya yang melanjutkan bawa akan ada keringanan-keringanan yang diberikan kepada wali murid dalam hal kepemilikan baju seragam.

Mengenai harga, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Tanjungpinang, DR Darson mengaku belum mendapat instruksi untuk tahun ajaran baru, namun gambaran bahwa untuk pelajar SMA dibebankan baju seragam dibawah harga tahun lalu. ”Kalau saya tidak salah, tahun lalu itu di angka Rp. 1.260.000. Untuk tahun ini, harganya akan dibawah angka tersebut, pastinya saya belum berani sampaikan karena belum ada instruksi dari dinas,” kata Darson yang menegaskan pasca Idul Fitri baru akan dipastikan.

Biaya Seragam SD dan SMP Ditentukan Koperasi
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG mengaku belum menerima laporan terkait biaya seragam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SD dan SMP di lingkungan Pemko Tanjungpinang. Rencananya proses pendaftaran PPDB diperkirakan awal Juli mendatang. Untuk itu, para orangtua, selain mempersiapkan administrasi juga perlu menyiapkan dana untuk pembelian seragam.

”Belum ada hasil rapat terkait biayanya, tetapi tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Yaitu SD sekitar Rp 500an dan SMP sekitar Rp 1 juta lebih untuk seluruh seragam,” tuturnya. Terkait pembahasan besaran seragam tidak di Disdik, melainkan melalui koperasi sekolah. Untuk tingkat SD ada koperasi yang beranggotakan seluruh SD di Tanjungpinang. Sedangkan SMP, ada yang sudah membentuk koperasi sendiri dan ada yang belum.

”Jadi tidak di Disdik pembahasannya besarannya, sebab sekolah melalui koperasi yang lebih tahu teknis. Tetapi tetap atas persetujuan Disdik,” ungkapnya. Saat disinggung penerapan program biaya seragam gratis, menurutnya belum bisa. Hal ini tergantung dari kemampuan anggaran.

”Saya fikir program itu bagus, tetapi kemampuan anggaran yang belum bisa,” paparnya. Terkait wancana jumlah siswa tingkat SD maksimal 32 orang, dan SMP 36 orang akan diterapkan tahun ini secara menyeluruh. Ini mengacu pada Permendikbud nomor 17 tahun 2017 ini. ‘Kita ikuti aturan yang ditetapkan,” ungkapnya. Saat disinggung bagaimana dengan sekolah-sekolah top, apakah bisa direalisasikan. Menurutnya harus, demi menjaga kualitas proses belajar-mengajar.(YOAN-DESI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here