Jangan Paksa Warga Beli Bright Gas 5,5 Kilo

0
481
Tabung gas 5,5 Kilo: Pertamina terus memasarkan tabung gas pink ukuran 5,5 kilogram. f-jpnn

Peluncuran Bright Gas 5,5 kg ditanggapi dingin oleh masyarakat Tanjungpinang. Pasalnya, harganya mahal.

TANJUNGPINANG – Salah satu penolakan ini karena mahalnya harga produk baru milik PT Pertamina (Persero) tersebut. ”Kondisi ekonomi seperti ini. Kesannya Pertamina memaksa masyarakat untuk membeli (bright gas), jelas masyarakat keberatan karena harganya cukup mahal,” kata Beni, anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang.

Menurutnya, ada upaya Pertamina melalui cabangnya di Kepri untuk menarik distribusi gas 3 kg, mulai tahun 2018 mendatang. Kalau Pertamina menarik gas 3 kilo, berarti pemerintah tidak mengakui kalau di Tanjungpinang masih ada warga yang miskin. Warga miskin di Tanjungpinang masih banyak, ditandai dengan masih adanya pembagian kartu Indonesia sehat (KIS) untuk masyarakat tak mampu. ”Ekonomi tidak stabil. Jangan sampai gas 3 kilo hilang di pasaran,” tegasnya.

Masih kata Beni, untuk saat ini, katanya, produk yang lebih mahal tidak perlu diluncurkan sebelum mendapat persetujuan dari masyarakat luas. Yah jangan produk baru dikeluarkan. (kemudian) Yang lama dihilangkan. Padahal, masyarakat tidak perlu dipaksakan produk baru. Seperti diketahui, Pertamina meluncurkan varian produk baru Bright Gas ukuran 5,5 kg, dan di Kota Tanjungpinang sudah ada.

Semetara itu, Rudi Chua, anggota DPRD Provnisi, mengatakan memang ada rencana pemerintah pusat, untuk menarik gas 3 kilo. Tapi, ini belum final. Karena, ada juga wacana gas 3 kilo tetap tersedia, tapi hanya diberikan kepada warga sasaran (warga miskin) mengunakan KIS. ”Kita tunggu kebijakan baru soal gas 5,5 kilo,” tegasnya.

Sedangkan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang belum menerima surat secara resmi dari Pertamina, terkait penarikan tabung gas elpiji 3 Kg dari peredaran di Tanjungpinang. Karena, penarik tabung gas elpiji 3 Kg dari peredaran perlu aturan yang disampaikan ke dalam surat resmi tersebut. ”Bukan main ditarik (tabung gas elpiji 3 Kg, red) begitu saja. Harus ada aturan pasti. Kalau main tarik begitu saja, nanti kami dari Diperdagin akan mempertanyakan ke Pertamina,” kata Sekretaris Disperdagin Kota Tanjungpinang, Afrida melalui staf fungsional umum bidang Perdagang, Gilang Ikhsan Pratama kepada Tanjungpinang Pos, Senin (4/9).

Gilang mengakui, bahwa dirinya mendapat informasi bahwa tabung gas elpiji 3 kg ditarik dari peredaran, baik itu dari agen hingga pangkalan gas di Tanjungpinang. Tapi, nyatanya tabung gas elpiji 3 kg masih ada di pangkalan dan agen. ”Masih ada kok. Dan masih aman stok tabung gas elpiji 3 kg di Tanjungpinang. Kita harapkan stok gas ini tetap aman sampai tahun depan,” terang dia.

Ia yakin, tabung gas elpiji 3 kg tidak akan ditarik oleh Pertamina. Karena masyarakat masuk kategori menengah ke bawah masih membutuhkan tabung gas elpiji 3 Kg. Sebab, tabung gas elpiji 3 kg salah satu kebutuhan di rumah, yang masih masak menggunakan kayu beralih ke tabung gas elpiji 3 kg. Karena tertuang di Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 21 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Penyediaan dan Pendistribusian liquefied petroleum gas 3 kg. ”Jelas kali kita baca pasal 1 ayat 5, salah satunya pedagang kelontongan juga pakai tabung gas elpiji 3 kg,” ucap dia.

Hanya saja, tabung gas elpiji 5,5 kg merupakan pilihan diberikan oleh pemerintah. Sebab, masyarakat banyak mengeluh tidak mampu membeli tabung gas elpiji 12 kg, yang dikatakan mahal harganya. Jadi, tabung gas elpiji 5,5 Kg merupakan produk baru yang ditawarkan hingga menjadi pilihan masyarakat Indonesia termasuk di Kota Tanjungpinang. Karena masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 1,5 juta yang diperbolehkan menggunakan tabung gas elpiji 3 kg. Artinya, kalau masyarakat berpenghasilan Rp1,5 juta harus menggunakan tabung gas elpiji 12 kg. Nah, dengan ada prodak baru tabung gas elpiji 5,5 kg menjadi pilihan masyarakat untuk beli tabung gas elpiji. ”Saya pernah baca di Permen SDM. Saya lupa Permen SDM nomor berapa. Nanti, tabung gas elpiji 3 kg tetap masih ada,” terang dia.

Saat ini, kuota gas elpiji 3 kg di Tanjungpinang sebanyak 6.048 metrik ton di tahun 2016 lalu. 1 metrik ton sekitar 1.000 kilo. ”Ini kategori cukup dan aman. Tahun 2017 sebanyak sekitar 6.657 metrik ton. Kita juga tetap minta kepada Pertamina tetap menjaga stok gas ukuran 3 kilogram di Tanjungpinang. Supaya gas tidak langka,” sebut dia. Ia juga minta kepada masyarakat jangan panik, stok gas aman.(ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here