Jangan Tutup Drainase

0
76
Alat berat kobe sedang membersihkan draianse yang di Jalan DI Panjaitan Km IX beberapa waktu lalu. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

MBS, Asslmkm Bp.walkot/wawako,mhn kirax sgra d tindak bagi warga yg didepan menutup drainase menjadi sperti halamn rumah aja, sedangkan parit g bs d gali/dbershkn krn ud ditutup semen permanen dan fungsi drainase juga merangkap srbagai fasum untuk pejalan kaki, mohon kiranya walikota mengontrl kerja bawahannya karena saya udah ber x” melaporkan namun tak ada tindakanya baik rt dan lurahnya sprti angin lalu ato seperti kebal hukum trims.
+6281928523955

TANGGAPAN:
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kesulitan untuk melakukan normalisasi drainase di Kota Tanjungpinang.

Salah satu alasannya karena masih banyak drainase ditutup secara permanen oleh pemilik ruko dan menyebabkan sampah menumpuk sehingga sulit dibersihkan dan menjadi rawan banjir karena air tidak bisa mengalir dengan lancar.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri memiliki program merawat hingga mengatasi parit yang sudah tersumbat di wilayah kerjanya. Hanya saja, kami selalu terkendala dengan kondisi drainase yang sudah tertutup dengan rapat.

Pada saat akan membersihkan drainase, rata-rata drainase di depan ruko sudah ditutup permanen mengunakan semen cor oleh penghuni ruko.

Mestinya, ini tidak boleh ditutup secara permanen. Agar saat drainasenya dangkal karena lumpur atau tersumbat sampah, bisa dengan mudah dibersihkan dan kalau tidak dibersihkan menjadi pemicu banjir saat turun hujan.

Itulah kendala kita selama ini. Untuk ingin membersihkan drainase, kita dari tim tim mungkin harus memecahkan penutup drainase permanen tersebut. Kalau ini dilakukan, maka butuh tenaga serta sumber daya manusia. Waktu yang diberikan tidak cukup untuk mengakomodir perawatan pada drainase.

Kalau kita pecahkan, siapa yang akan menutup kembali. Pasti, pemerintah. Ini perlu biaya tambahan lagi. Memecahkand an menutuup kembali itu perlu waktu yang panjang dan biaya yang besar.

Kita t6idak melarang pemilik ruko untuk menutup fasilitas umum (fasum) tersebut. Hanya saja, cara penutup drainase mesti dibuat dengan sistem buka tutup. Bisa jadi penutup drainasenya dari bahan baku besi. Sehingga mudah diangkat hingga dibuka, apabila petugas ingin melakukan perawatan hingga bersihkan sampah pada drainase tersebut.

Anggaran perawatan drainase dengan penambalan aspal digabung, sekitaran Rp1 miliar.

Dengan kondisi ini, kita akan melakukan koordinasi dengan Pemko Tanjungpinang terkait penutup drainase permanen di depan ruko. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here