Januari-Februari Puncak Angin Utara

0
621
MENUNJUKKAN: Prakirawan Stasiun BMKG Tanjungpinang, Bhakti Wira Kusumah menunjukkan prediksi cuaca di layar monitor kerjanya. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kini memasuki musim Angin Utara. Puncaknya diprediksi Januari hingga Februari 2018 mendatang. Hal ini disampaikan Prakirawan Stasiun Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, Bhakti Wira Kusumah kepada Tanjungpinang Pos di ruang kerjanya, Selasa (28/11).

Kecepatan angin saat ini, sekitar 10-15 knot atau sekitar 10-30 kilometer per jam.
Perubahan cuaca perlu diwaspada, terutama yang berada di kawasan pantai. Para jasa transportasi perlu memastikan cuaca sebelum berangkat terutama di Januari dan Februari. Biasanya di musim ini terjadi angin kencang disertai gelombang tinggi.

Ia memprediksi gelombang tinggi akan terjadi di perairan Anambas dan Natuna. Bisa dalam dua hari ini, mencapai 1,3 meter hingga 2,5 meter. Bhakti mengatakan, kini memasuki angin Muson yang berembus dari Benua Asia ke Benua Australia. Imbasnya, Indonesia mengalami musim penghujan.

Perairan Provinsi Kepri khususnya daerah Natuna dan Anambas berdekatan dengan laut lepas. Berdampak gelombang tinggi. Begitu juga di perairan Tanjungpinang, Karimun, dan Lingga.

Di perairan Tanjungpinang, jalur domestik menuju Kota Batam dan Karimun, kini gelombangnya sekitar 0,2 hingga 0,8 meter. Sampai kini masih aman untuk berlayar.

Sementara di perairan Lingga, gelombang tinggi dari 0,5 meter hingga 1,5 meter. Sedangkan di wilayah Timur Bintan menuju ke daerah Tambelan, gelombang tinggi yang akan terjadi mencapai 1 meter hingga 2 meter.

”Gelombang tinggi ini tidak terus terjadi. Hari ke tiga, bisa jadi gelombang menurun. Biasnaya jasa transportasi laut dan udara berkoordinasi dengan kita,” kata Bhakti.

Hal ini juga menyebabkan hasil tangkap ikan nelayan berkurang. Bahkan sebagian nelayan tidak berani melaut. Seperti diutarakan Pedagang Ikan di Bincen, Lamsihar bahwa stok ikan sedikit. Para nelayan tidak melaut karena takut dengan badai dan angin kencang. ”Akibatnya stok ikan sedikit harganya jadi mahal,” terangnya.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here