Jargas Bantu Usaha Keparawisataan Hemat 40 Persen

0
154
Petugas PGN usai memasang jaringan gas di restoran Bay City Batam. F-Istimewa

BATAM – Dunia kepariwisataan Batam, terus menggeliat. Jumlah wisatawan mancanegara di Batam, kini menempati urutan kedua terbesar di Indonesia. Usaha komersil semakin bergairah, dengan dukungan jaringan gas (jargas) dan gaslink, sehingga bisa hemat sampai 40 persen. Terbaru, kini dirasakan restoran seafood Bay City di kawasan pelabuhan internasional Harbour Bay, Batam lewat jargas.

Sales Area Head PGN Batam, Wendi Puryanto, Rabu (7/8) mengungkapkan, mereka menyelesaikan jargas di Bay City, Harbour Bay, tepatnya 2 Agustus lalu. Penggunaannya mulai, Selasa (6/8). “Sekarang mereka sudah menggunakan produk kita untuk mendukung operasional restoran seafoodnya. Mereka antusias,” kata Wendi.

Dijelaskan, Bay City biasanya menggunakan 270 tabung gas, kapasitas 12 kg per bulan. Dengan gas bumi, jumlah itu sama dengan 3ribu meter kubik.

“Penggunaan mereka tetap, tapi mereka hemat di harga. Hingga, mereka bisa hemat 30 sampai 40 persen, karena harga gas bumi lebih murah dibanding elpiji,” katanya.

Diakui, selain restoran seafood Bay City, diakui, pelanggan komersil lainnya juga sudah ada yang mengajukan dan disetujui. Calon pelanggan itu, laundri Jiarma di Citra Buana, Batam Centre.

“Ini komersil dengan kebutuhan, 8ribu meter kubik per bulan. Ini setara 720 tabung berkapasitas 12 kg perbulan,” jelasnya.

Pelanggan itu merupakan yang ke-50 untuk pelanggan komersil, diluar pelanggan rumah yang saat ini, dengan jargas, sebanyak 4.600-an. Pelanggan itu belum termaksud PLN dan industri yang menggunakan untuk mendukung produksinya.

“Sekarang, konsumsi gas bumi di Batam sudah sekitar 70 juta meter kubik per bulan. Termaksud untuk pembangkit listrik dan industri ya,” imbuhnya.

Selain gas bumi yang didistribusikan melalui jargas, juga ada melalui gaslink dan bahan bakar gas (BBG) untuk kendaraan, yang kini juga sudah dinikmati usaha kepariwisataan di Batam. Seperti sebelumnya dinikmati Harris Resort, Sekupang, Batam. Dimana, efisiensi dan efektivitas pemanfaatan gas bumi sudah diakui General Manager Shared Service‎ Harris Resort,M Mufrani.

“Kami merasakan dampak pemanfaatan gaslink berbentuk CNG, mempu menghemat biaya hingga 20 sampai 40 persen. Biasanya, konsumsi gas mereka dengan menggunakan elpiji, sekitar Rp12 juta sampai Rp15 juta,” katanya.

Sementara untuk kendaraan, Batam sudah menggunakan BBG di kendaraan umum serta mobil dinas Pemko Batam. Pemanfaatan BBG itu setelah Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, sudah menunjuk PT Gagas Energi sebagai anak perusahaan PGN, sebagai pelaksana, mendukung kebutuhan transportasi lewat konverter kit.

Menurut Area Head PT Gagas Batam, Tria Siswandi, saat ini sudah 295 pengguna BBG. Dimana 260 unit terpasang di transportasi umum yakni taksi dan 35 unit digunakan mobil dinas pegawai Pemko Batam. Dimana, harga BBG di Batam, hanya Rp 4.500 per LSP (liter setara premium) dan ramah lingkungan.

“Sampai saat ini, pengguna nyaman dan belum ada keluhan. Mereka mengaku lebih hemat menggunakan BBG,” imbuhnya.

Batam sendiri, sejak Mei 2019 lalu, sudah naik dari peringkat ketiga terbesar jumlah kunjungan Wisman di Indonesia, menjadi peringkat dua. Dimana, data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Kepri kini mengalahkan Jakarta, dengan jumlah kunjungan 1.137.976 wisman, dari Januari hingga Mei 2019, atau 17,86 persen dari total wisman ke Indonesia.

Diperingkat pertama masih ditempati Bali, dengan 36,19 persen dan peringkat ketiga ada Jakarta, dengan 14,86 persen. Jumlah wisman Kepri naik pada periode sama dibanding tahun 2018, sekitar 983.778 orang.

“Tren positif itu sudah bergerak sejak April 2019 lalu, dimana jumlah kunjungan wisman ke Kepri sudah melampaui Jakarta. Ini akan kita jaga terus,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar.(mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here