Jaring-jaringnya Berisi Sampah

0
664
Jaring sampah: Petugas dinas kebersihan memasang jaring untuk menghambat sampah agar tidak mauk ke laut di salah satu sungai di Tanjungpinang. f-novita/tanjungpinangpos

Melihat Kerja Petugas Kebersihan di Laut

Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat rendah. Meski pemko Tanjungpinang sudah mengerahkan tim khusus untuk membersihkan sampah yang bertebaran di laut, namun laut Tanjungpiang masih jauh dari bersih. Di setiap sisi pantai banyak ditemukan sampah yang bertebaran. Seperti apa kerja tim pembasmi sampah di laut?

TANJUNGPINANG – Kapal berbagai ukuran tampak lalu lalang depan pelabuhan Sribintanpura pada Sabtu (19/11) pagi. Padatnya perairan di sekitar Muara Sungaicarang seakan menjadi hal yang biasa bagi dua pria setengah baya yang tampak duduk di boat kecil berbahan fiber.

Meski boat itu ada mesinnya, namun tidak terdengar ada deruan suara mesin boat yang mereka gunakan. Tangan kekar kedua pria ini menggapai sampah-sampah yang mengapung di tengah laut. Keduanya ternyata pekerja dari Dinas Kebersihan Kota Tanjungpinang yang bertugas membersihkan sampah di laut.

Baca Juga :  Habis Lebaran, Peletakan Batu Pertama Pabrik Rokok

Saat di sekitar boat mereka sudah bersih, mereka langsung menyalakan msin boat yang mereka gunakan untuk pindah ke lokasi lain yang banyak sampahnya.

Salah satu dari dua pria itu ternyata Syamsul Bahri (35). Syamsul Bahri yang ditemui Tanjungpinang Pos mengaku timnya diberi tanggungjawab membersihkan sampah yang mengapung di laut dan yang ada di bibir pantai dari areal pelabuhan sampai dengan Jembatan Dompak.

Menurutnya, sampah memenuhi boat, mereka langsung menepi dan mengumpulkan sampah itu di darat. Setelah berada di darat sudah aa truk dinas kebersihan yang siap mengangkut sampah itu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

”Kami sduah bberapa hari melakukan rutinitas ini, agar laut dari pelantar sampai pelabuhan hingga ke Jembatan Dompak terlihat bersih,” ucapnya di sela-sela di Tepilaut kemarin.

Baca Juga :  Kembali Pemko Raih WTP

Untuk membersihkan sampah itu, sambungnya, ada tujuh orang yang ditugaskan dan bekerja di tempat yang berbeda. ”Kerja saya mulai pukul 07.00 sampai pukul 12.00. Yang bertugas pagi ada 4 orang, sedangkan yang tiga orang lagi tugasnya pada sore hari,” terang Syamsul.

Menurutnya, meski sampah yang bertebaran di laut terus mereka pungut, namun keesokan harinya, laut masih saja terlihat kotor karena sampah baru berdatangan. ”Masyarakat yang tinggal di sekitar pelantar kurang peduli dengan kebersihan. itu salah satu penyebab air laut kita terus terlihat kotor,” sebutnya.

Diakuinya juga, sampah yang aad di laut sebagian sampah kiriman dari daerah lain yang terbawa arus, namun jumlah sampah kiriman itu tidak banyak dan sampah yang bertebaran di laut Tanjungpinang ini, umumnya karena kesadaran warga Tanjungpinang menjaga kebersihan masih rendah.

Baca Juga :  Struktur Jembatan Sungai Carang Rusak Parah

Setiap harinya, sambung Syamsul, ia dan rekannya menyusuri pantai dengan boat yang disediakan. ”Rute kami dari Dompak, Tepilaut, Tugu Pensil sampai ke Tanjungunggat. kami mengangkat sampah dari laut dengan menggunakan tangguk serta memasang jaring agar sampah-sampahnya terperangkap,” ucapnya.

Ia sangat berharap agar warga yang ada di pelantar ikut serta menjaga kebersihan agar lingkungan tempat tinggal mereka menjadi lebih sehat dan laut kita menjadi bersih.

”Pihak Dinas Kebersihan sudah berkali-kali mengimbau warga, lurah juga selalu mengngatkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Nyatanya, sampah yang kami kumpulkan tetap saja banyak,” sebutnya.(NOVITA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here