Jatah Rokok FTZ Bintan 29.761 Karton

0
256
WAKIL Ketua BP Kawasan FTZ HM Saleh Umar dan Wakil Ketua II Yurioskandar memberikan keterangan tentang investasi dan kuota rokok FTZ, Senin (12/3) kemarin. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Bintan telah menerima jatah pasokan rokok sebagai penunjang kawasan FTZ, tahun 2018 ini. Jumlah rokok FTZ Bintan yang diberikan tersebut sebanyak 29.761 karton.

Kuota rokok untuk kawasan FTZ Binntan ini disampaikan Wakil Ketua II BP Kawasan Bintan Yurioskandar, saat mengadakan pertemuan dengan pengelola kawasan industri Lobam dan pariwisata Treasure Bay Lagoi, di kantor BP Kawasan Bintan Km 16 Toapaya, Senin (12/3) kemarin.

Yurioskandar menerangkan, sampai Februari 2018 lalu, ada 36 investasi yang diberikan izin prinsip oleh BP Kawasan Bintan. Dua investasi industri di Lobam, dan 34 investasi pariwisata di Lagoi, di kawasan Treasure Bay. Sebagai penunjang kawasan FTZ sekitar 62 ribu hektare di Bintan, BP Kawasan sudah mengajukan kuota rokok, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 120/2017.

”Untuk mengajukan kuota rokok ini, kami sudah membuat formulasi perhitungannya. Di Bintan ini ada 18 pabrik dan 13 distributor rokok FTZ ini,” sebut Yurioskandar.

Dalam penghitungan kuota rokok ini, lanjutnya, ada beberapa aspek yang ditinjau sesuai dengan PMK 120/2017 itu. Sasaran konsumsi rokok dari kalangan tenaga kerja dan masyarakat di dalam kawasan FTZ. Jumlah dihitung secara wajar, dari data akurat dan prevalensi, usia perokok, wilayah kecamatan, ratio laki-laki dan perempuan, sampai dengan kunjungan wisata lokal serta UKM (kedai).

”Setelah dihitung, lebih dari 119.045.238 bungkus rokok FTZ yang diperlukan. Jumlah itu setara dengan 29.761 karton. Jumlah kuoat untuk Bintan ini, paling sedikit dibandingkan kawasan FTZ lainya di Kepri,” jelas Yurioskandar, yang turut dibenarkan Alfenni Harmi, Kabid Perizinan DPMPTSP-Naker Bintan.

”Di Kepri, ada 19 pintu masuk rokok FTZ. Khusus di Bintan, pintu masuk itu di Lobam, Tanjunguban dan Lagoi,” sambungnya.

Kuota rokok sebanyak 29.761 karton untuk BP Kawasan FTZ Bintan itu, lanjutnya, hanya dipasok di kawasan FTZ Bintan. Kuota itu tidak termasuk untuk wilayah di Kota Tanjungpinang. Dalam pemberian kuota ini, rokok akan diberi label kawasan bebas Bintan. Namun demikian, permasalahan yang dihadapi ke depan, rokok FTZ yang diajukan kawasan FTZ Tanjungpinang, biasanya juga berlabel Bintan. Tapi, dari segi fisik bisa dibedakan, antara rokok kuota FTZ Bintan dengan kuota Tanjungpinang.

”Untuk di Tanjungpinang, itu bukan urusan kami. Karena sampai saat ini, SOTK yang diajukan mengenai FTZ wilayah Tanjungpinang itu, belum ada penetapan dari MenPAN-RB. Soal kelembagaan BP Kawasan FTZ, kami masih mengacu kepada PP 47/2007, belum PP 41/2017,” tegas Yurioskandar, yang turut dibenarkan oleh Wakil Ketua BP Kawasan Bintan HM Saleh Umar.

Pertemuan ini turut dihadiri Bayu Wicaksono staf perencanaan, Hanif mewakili manajemen Treasure Bay, Surya Tjahyadi GM BIIE Lobam, Humala dari Bidang Penanaman Modal DPMPTSP-Naker Bintan. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here