Jauhi Narkoba Dekati Agama

0
2204
Tias Nanda Sari

Oleh : Tias Nanda Sari
Mahasiwa, Ilmu Administrasi Negara, UMRAH

Kata Narkoba berasal dari singkatan dari (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya). Menurut UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika, Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan”. Psikotropika adalah “zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”.

Bahan adiktif lainnya adalah “zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan”. Narkoba memiliki banyak efek samping bagi penggunanya , seperti : depresi berat, gelisah, kehilangan nafsu makan, denyut jantung bertambah cepat, mudah berkelahi, pendengaran terganggu, sulit tidur, sulit berfikir, mudah marah, pemakaian dalam jangka panjang dapat menimbulkan sakaw bahkan kematian dan sebagainya.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan ada 27,32 persen mahasiswa dan pelajar dari jumlah pengguna narkoba di Indonesia. Hasil itu diperoleh dari penelitian yang dilakukan pihaknya bersama perguruan tinggi pada 2016. 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia merupakan pelajar dan mahasiswa. Setiap tahunnya jumlah pelajar dan mahasiswa yang menggunakan narkoba terus bertambah. Bahkan, saat ini ada sekitar 200 jenis baru narkoba di dunia yang 68 di antaranya sudah ada yang masuk ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, 60 jenis sudah masuk dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI dan sisanya masih dalam tahap penelitian. Tingginya pelajar dan mahasiswa yang menyalahgunakan narkotika dan obat-obatan terlarang ini dipengaruhi oleh pergaulan. Karena pergaulan yang terjadi sekarang sudah banyak yang menyimpang dalam agama.

Menurut pandangan islam tentang narkoba ialah haram. Tepatnya pada 10 Februari 1976, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa penyalahgunaan dan peredaran narkoba hukumnya bersifat haram. Keputusan tersebut tentu didasari atas dalil-dalil agama yang bersumber dari Al-qur’an dan hadist. Menurut ulama, narkoba adalah sesuatu yang bersifat mukhoddirot (mematikan rasa) dan mufattirot (membuat lemah).

“Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama-lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama- lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya” (HR Bukhari dan Muslim). “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (minuman) khamr, judi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu memperoleh keberuntungan.” ( QS. Al-Maidah: 90 ).

Oleh karena itu mulailah kita tanamkan dan camkan dalam diri kita semua untuk tidak akan pernah ingin mencoba atau ingin mencari tahu narkoba itu seperti apa dan bagaimana. KDengan rasa ingin mencoba saja atau ingin mencari tahu, inilah yang membuat kita terjerumus dalam hal tidak baik itu sekaligus membuat masa depan kita hancur dan di yaumul akhir nanti kita akan mendapatkan ganjaran atau balasan yang sebesar-besarnya oleh Allah. Oleh sebab itu, mulailah kita lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah dan mempelajari apa yang ada didalam agama agar kita mendapatkan kehidupan yang bahagia didunia maupun diakhirat.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here