Jelang 2019, BPJS Kesehatan Gencar Sosialisasi

0
162
Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Tanjungpinang, Agusrianto bersama rekannya Ando.

TANJUNGPINANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya melaksanakan sosialisasi terkait program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Targetnya, 2019 mendatang, seluruh masyarakat Indonesia sudah terdaftar.

Begitu juga yang dilakukan BPJS Kesehatan Tanjungpinang, terus berupaya melakukan berbagai hal, diantaranya sosialisasi ke lembaga pemerintahan dan swasta, kelompok masyarakat terkait program yang dimiliki.

Hal ini dikatakan Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Tanjungpinang, Agusrianto kepada keran-rekan media di kedai kopi Morning Bakery, Komplek D’Green City, Batu 8, Tanjungpinang, Kamis (6/9) pagi.

Ia menuturkan, sampai dengan Agustus, jumlah peserta yang berada di wilyah kerjanya, mencakup Tanjungpinang, Bintan, Lingga, Anambas dan Natuna baru sekitar 69 pesersen yang terdaftar.

Ini artinya, menyongsong 2019 mendatang yang tersisa beberapa bulan lagi, masih harus bekerja ekstra untuk mengajak 31 persen lainnya mengetahui dan memiliki JKN KIS. Diperkirakan yang belum mendaftar sekitar 184 ribuan.

Menurutnya, segmen masyarakat yang belum mendaftar ada tiga, Pekerja Penerima Upah (PPU), Pekerja Bukan Penerima Upah dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau dari kalangan tidak mampu yang harusnya dibayarkan pemerintah.

Bidang Perluasan peserta BPJS Kesehatan Tanjungpinang, Ando menuturkan, hanya Kabupaten Anamas yang lebih dari 95 persen masyarakatnya sudah terdaftar dengan jumlah 46.490 orang.

Sedangkan di di Tanjungpinang masyarakat yang mendafatar baru 73.914 dari 213 penduduk Tanjungpinang. Diurutan ke dua, Kabupaten Bintan sekitar 107.265 peserta. Untuk Lingga 45.649 peserta dan Natuna dengan jumlah 34.876 peserta.

Ia menuturkan melalui berbagai bidang kerja, terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat, terkait pentingnya memiliki jaminan kesehatan.

“Kami menargetkan per 1 Januari 2019, seluruh penduduk di bawah wilayah kerja BPJS Kesehatan Tanjungpinang sudah terdaftar,” ungkapnya.

Ia menilai, untuk mensukseskan program tersebut, tidak terlepas dari peran serta kepala daerahnya untuk turut serta menghimbau masyarakat untuk mendaftar.

Ia menuturkan, sampai dengan Agustus 2018, BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang telah bekerja sama dengan 93 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 10 rumah sakit dan 1 klinik utama mata, tujuh apotek PRB dan enam optik. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here