Jelang Diresmikan, Flyover Dikebut

0
499
FINISHING: Pembangunan Flyover Simpang Jam Batam sedang tahap finishing. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Menjelang peresmian flyover yang direncanakan 5 Desember 2017, oleh Presiden RI, Joko Widodo, pengerjaan sudah 98 persen. Sebelum peresmian, pengerjaan sudah harus selesai karena saat ini tinggal finishing. Ditargetkan awal Desember ini, pengerjaaan keseluruhan sudah 100 persen.

Menurut Kepala Satuan Kerja (Satker) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Andre Sahat Tua Sirait, proyek bernilai Rp 180 miliar itu akan diresmikan Presiden. Sehingga sebelum peresmian, mereka sudah menargetkan selesai.

”Sudah 98 persen. Tanggal awal Desember mendatang sudah finis. Sekarang tahap finishing untuk diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Desember nanti,” kata Andre, Senin (27/11).

Kontraktor PT Pembangunan Perumahan yang mengerjakan proyek itu, saat ini melakukan finishing corak Melayu di dinding jalan yang diberi nama Laluan Madani ini. ”Kita mengadopsi muatan lokal, yakni ornamen Melayu. Kami sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Batam dan LAM (Lembaga Adat Melayu) soal itu,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai kontrak kerja antara Kemenpupera dengan perusahaan, pembangunan flyover seharusnya berakhir pada 20 Desember 2017. Namun karena sudah finishing, maka mereka siap jika diresmikan Presiden RI sebelum tanggal itu. ”Sekarang kita sedang melakukan penataan taman di empat sudut jalan serta persiapan pemasangan lampu jalan,” bebernya.

Dijelaskannya, pekerjaan yang dilakukan dengan pembangunan jalan layang di Simpang Jam dibangun sepanjang 165 meter. Jalan itu memiliki lebar 32,2 meter dan ketinggian 9 meter. ”Jembatan tersebut memiliki konstruksi box girder. Kami optimis pembangunan sesuai dengan harapan kita bersama dan bisa dimanfaatkan atau digunakan oleh masyarakat Batam,” kata Andre.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Setdako Batam Yudi Admaji mengatakan, beberapa motif Melayu dengan beragam warna yang akan menghiasi jembatan tersebut. Mulai dari pagar hingga pilar seperti motif pucuk rebung, setampuk manggis, lebah bergayut dan julur kacang serta rencananya juga akan dibangun relief perahu elang laut di sana. ”Saat ini memang belum semua dibangun. Tapi kisi setampuk manggis dan pucuk rebung sudah mulai terlihat,” kata Yudi.

Diharapkan, melalui hiasan ornamen Melayu, jalan layang itu ditargetkan akan menjadi salah satu ikon membanggakan di Batam. ”Selain sebagai jembatan, dapat jadi ikon yang membanggakan di daerah Melayu,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam mengajukan untuk pengadaan lampu hias di sekitar flyover atau jalan layang Simpang Jam sebesar Rp 1,8 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 mendatang. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here