Jelang Imlek, Warga Bersih-bersih Rumah

0
168
KENDARAAN roda dua terlihat melintasi gapura yang di pasang di Pelantar II, Kota Lama Tanjungpinang. f-raymon/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Masyarakat keturunan Tionghoa dalam menyambut Imlek memiliki beberapa tradisi. Di antaranya, membersihkan rumah, membuat kue dan pada malam Tahun Baru Imlek, mereka berkumpul seluruh keluarga makan malam bersama di rumah.

”Pembersihan rumah ini sebagai tradisi turun temurun, untuk memulai yang baru perlu bersih diri secara fisik dan batin. Ini simbol pembersihan batin manusia untuk memasuki tahun yang baru nanti,” kata Romi warga Pelantar Rabu (31/1).

Menurutnya, pembersihan rumah dilakukan mulai dari dalam dan luar, seminggu sebelum perayaan Imlek. ”Saat ini kita sedang persiapan Imlek. Kami membersihkan perlengkapan dengan sapu yang terbuat dari bambu,” sebutnya.

Ia mengatakan, warga melakukan berbagai kegiatan ritual dan berdoa dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek. Diantara persembahyangan toapekong naik atau punggahan, sembahyang tutup tahun dan awal tahun, toapekong turun, sembahyang besar kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan cap go meh.

Pembersihan bukan hanya di rumah tapi juga di kelenteng seperti pembersihan patung dewa. ”Kami dipercaya memberikan segala kebutuhan sehari-hari supaya kami bisa hidup makmur, damai, sejahtera, dan beruntung melalui berbagai pekerjaan kami masing-masing setiap hari,” jelasnya.

Sementar Edi menyebutkan, tidak semuanya melakukan pembersihan rumah itu dikarenakan rumah sudah diperbaharui sedangkan yang dibersihkan itu rumah yang masih kayu.

”Kita hanya mengecet dinding, adat pembersihan itu sudah turun menurun brlangsung dan masih ada yang melakukan sampai sekarang,” tuturnya.

Ia menilai, pembersihan rumah ini sama seperti halnya umat agama lain saat menyambut hari raya. Salah satu tujuannya agar para tamu yang datang ke rumah bisa merasa nyaman dan tenang. ”Jadi kita hias rumah lebih bagus,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here