Jelang Lebaran Harga Melambung

0
623
Pasar toss 3000, jodoh masih menjadi pasar favorite warga yang selalu ramai saat pagi hari.f-istimewa

BATAM – Harga sejumlah komuniti mulai naik sejak Mei lalu. hal itu juga berpengaruh terhadap inflasi meski kenaikan inflasi tidak terlalu signifikan. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) pada Mei 2018 mengalami inflasi, sebesar 0,16 persen (mtm) atau lebih tinggi dibanding sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,29 persen (mtm). Sementara untuk Juni 2018 ini, inflasi diperkirakan naik. Walau naik, namun inflasi bulan ini masih akan terkendali.

Demikian disampaian Kepala Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, Jumat (8/6) di Batam. Menurutnya, perkiraan inflasi Juni naik, karena mencermati perkembangan inflasi terkini. ”Inflasi IHK pada Juni 2018 diperkirakan meningkat, namun tetap terkendali,” katanya.

Baca Juga :  Punggawa Timnas Ramaikan Turnamen Sepakbola BP

Disebutkan, terdapat sejumlah potensi risiko inflasi di Kepri. Diantaranya, potensi kenaikan harga bahan pangan serta peningkatan konsumsi selama bulan Ramadan dan Idul Fitri yang dapat memicu inflasi volatile food. Selain itu, potensi kenaikan tarif angkutan udara mudik Idul Fitri yang dapat memicu inflasi administered prices.

”Peningkatan daya beli konsumen dengan adanya tunjangan hari raya (THR) atau gaji ke-13 yang dapat mendorong perilaku konsumtif,” jelasnya.

Selain itu, tren kenaikan harga komoditas batubara yang dapat memicu kenaikan tarif dasar listrik. ”Ada juga pengaruh naiknya harga minyak dunia yang dapat memicu kenaikan harga BBM,” bebernya.

Baca Juga :  Pansel dan Ortu Peserta Seleksi Polri Disumpah

Disebutkan, pengendalian inflasi Juni 2018 difokuskan untuk mitigasi risiko lonjakan inflasi selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, menjaga inflasi agar tetap berada dalam sasaran inflasi nasional serta melaksanakan program kerja TPID 2018. ”Melakukan antisipasi gejolak harga menghadapi idul fitri,” jelasnya.

Di antaranya, melakukan sidak ke distributor barang untuk memastikan persediaan barang kebutuhan pokok tersedia dan cukup serta menambah pasokan jika terjadi kelangkaan. Mengintensifkan kerjasama antar daerah (KAD) untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan makanan dengan daerah penghasil. Selain itu, melaksanakan pasar murah selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri serta operasi pasar dalam hal terjadi gejolak harga signifikan. (MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here