Jelang Lebaran, Inflasi Kepri Sering Naik

0
742
Garuda Indonesia yang melayani rute Tanjungpinang tujuan Jakarta saat mendarat di Bandara RHF, belum lama ini.f-dok/tanjungpinang pos

Hasil Rapat TPID, Maskapai dan Bulog harus jaga kestabilan

Harga tiket pesawat yang selalu melambung saat hari besar keagamaan menjadi penyumbang besar terhadap inflasi Kepri. Apalagi menjelang Lebaran, harga tiket pesawat akan naik.

DOMPAK – KARENA itu, maskapai penerbangan dan Bulog harus bisa menjaga kestabilan harga tiket dan beras. Sehingga inflasi Kepri bisa terjaga. Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) TS Arif Fadillah berharap, maskapai penerbangan yang melayani rute penerbangan di wilayah Provinsi Kepri, tidak menaikkan harga tiket terlalu tinggi menjelang libur Idul Fitri tahun 2018 ini.

”Kita berharap jangan terlalu tinggilah, normalkan saja. Karena itu sangat besar pengaruhnya terhadap inflasi kita,” ujar Arif di Kantor Gubernur Kepri, usai menggelar rapat TPID di Pulau Dompak kemarin.

Arif bahkan berjanji akan mengimbau seluruh operator maskapai penerbangan yang di Kepri, agar bersedia untuk tidak menaikkan harga tiket di atas kewajaran selama libur lebaran nanti.

Tak hanya itu, mantan Sekda Kabupaten Karimun tersebut juga, menegaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) juga telah menjamin jika persediaan seluruh kebutuhan pokok di Provinsi Kepri sampai dengan lebaran Idul Fitri nanti aman. ”Dari laporan Bulog stok beras bisa sampai 4 bulan,” sebutnya.

Baca Juga :  Teken MoU, Bikin Agenda Pariwisata Bersama

Meskipun begitu, kata dia, seluruh pemerintah daerah di Provinsi Kepri diminta untuk tetap terus memantau pergerakan harga di pasaran. Sebab, ada kekhawatiran menjelang libur lebaran harga kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan.

”Pemda diharapkan lakukan monitoring ke lapangan. Tujuan kita mengingatkan supaya distributor jangan menaikkan harga, karena akan memberatkan masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, Dinas Perhubungan (Dishub) juga diminta untuk terus memantau pendistribusian barang kebutuhan pokok baik di laut maupun udara. Hal ini juga untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kenaikan.

Sebab, jika persediaan barang mencukupi tentu harga barang tidak akan mengalami kenaikan. ”Kita minta perhubungan prioritaskan barang pokok ini dulu kalau mau berangkat,” pungkasnya.

Arif Fadillah mengatakan inflasi jika dikelola dan diantisipasi dengan baik maka akan meningkatkan daya beli masyarakat yang berkorelasi positif dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Karena inflasi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga dan menciptakan investasi baru. Pemerintah sangat konsentrasi terhadap masalah inflasi. Telah banyak hal yang ditempuh pemerintah untuk menekan inflasi.

Menurut Arif, untuk menekan laju Inflasi pemerintah Provinsi Kepri bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota secara bersama-sama melaksanakan operasi pasar murah bagi masyarakat yang kurang mampu. Pasar ini tersebar di beberapa titik selama bulan Ramadan hingga menjelang masuk ke Lebaran.

Baca Juga :  Harga Gas Ancam Industri Batam

Selain itu, pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga secara rutin melakukan inspeksi mendadak ke pasar-pasar untuk memantau pergerakan harga agar pada distributor tidak menjual kebutuhan pokok tidak melebihi HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

”Pada Ramadan ini Gubernur dan Wakil Gubernur sangat aktif sekali melakukan sidak ke pasar-pasar untuk memantau harga bahan kebutuhan pokok. Bagi distributor nakal yang melakukan penimbunan dan menjual bahan pokok di atas HET akan dikenakan saksi yang tegas,” kata Arif.

Adapun langkah-langkah strategis ke depan dalam rangka menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok diantaranya adalah pemerintah menggesa pembangunan beberapa pelabuhan bongkar muat seperti di Pelabuhan Pelantar II Tanjungpinang, Pelabuhan Parit Rampak di Karimun, Pelabuhan Penagi di Natuna serta Pelabuhan di Tanjunguban.

Dengan kehadiran pelabuhan ini diharapkan perpindahan barang menjadi lebih cepat, harga barang menjadi lebih murah, daya beli masyarakat meningkat yang secara tidak langsung ekonomi juga ikut tumbuh.

Menurut Arif, pemerintah akan mengoptimalkan dan mendorong agar beberapa daerah di Kepri seperti Lingga dan Kundur bisa menjadi lumbung beras di Kepri serta beberapa daerah di Bintan bisa menjadi penghasil beberapa komoditas sayur dan lainnya yang bisa untuk memenuhi kebutuhan pangan khusus untuk Kepri saja.

Baca Juga :  Satu Memalak, Satu Bela Kawan

”Jadi kita berharap ke depan kita bisa memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri tanpa harus terlalu bergantung dengan daerah lain,” harap Arif.

Kepada Tim TPID Kabupaten/Kota Arif berharap agar selalu berkomunikasi, berkoordinasi dan selalu bersinergi untuk bersama-sama membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.

”Terus lakukan operasi pasar serta bazaar barang murah. Kalau bisa operasi pasar tersebut dilakukan ditempat dimana banyak terdapat masyarakat yang kurang mampu sehingga tepat sasaran,” tutup Arif.

Sementara itu, pimpinan Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan ketersediaan bahan pokok saat ini sangat aman dan cukup maka tidak ada alasan adanya kenaikan harga.

Oleh karena itu, koordinasi antarpihak terkait dengan satgas pangan harus ditingkatkan, jangan sampai distributor dan pedagang memanfaatkan momen puasa dan lebaran ini untuk menaikan harga.

”Tahun lalu kita bisa mengendalikan inflasi, dan saya yakin tahun ini kita juga bisa mengendalikannya sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik di tahun ini,” ujarnya.(SUHARDI-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here