Jelang Lebaran, Pesanan Air Kaleng Meningkat

0
1115
MENGANGKUT: Buruh becak saat mengangkut air kaleng di Pasar Baru. F-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Menjelang sepuluh hari menyambut Idul Fitri 1438 Hijriyah, permintaan terhadap air kaleng atau minuman kemasan meningkat dari biasanya. Sejumlah pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang, mengaku kebanjiran pesanan. Apakah itu untuk di Kota Tanjungpinang maupun yang akan dikirim ke pulau-pulau di Kepri.

Edy salah satu pedagang Toko Sembako di Pasar Baru Tanjungpinang, mengaku sudah mulai banjir pesanan, meskipun para pemesan sampai saat ini belum mengambil air kemasan kaleng yang mereka pesan. Biasanya permintaan akan meningkat sepekan menjelang lebaran.

”Kalau sudah tujuh sebelum Lebaran mulai banyak pemesan dan bahkan nantinya bisa mengantri mengambil di toko,” ungkapnya, Kamis (15/6). Bahkan ia mengaku, ada pengusaha atau pribadi yang memesan hingga ribuan kes.

Baca Juga :  Lorong Pasar Amburadul

Meski pun ada peningkatan pesana, ia mengaku tidak khawatir, sebab stok sudah disiapkan jauh-jauh waktu. Di tokonya, harga air kemasan kaleng yang dijual beragam. Mulai Rp 50 ribu sampai ratusan ribu, tergantung dari jenis dan merek. Kepala Disperindag Kepri Burhanuddin, meminta agar instansi BPOM, Karantina dan bea cukai turut serta mengawasi masuk dan beredarnya air kemasan kaleng yang akan di konsumsi masyarakat.

”Kewenangan untuk masalah masuk serta berapa volumenya, kita tidak pantau, karena itu tugasnya bea cukai. Hanya saja kami minta supaya hal ini juga di awasi, supaya tidak timbul masalah nanti,” terang Burhanuddin. Sejauh ini pasca rapat dengan Polda Kepri terkait kesiapan jelang lebaran Idul Fitri, Burhanuddin sempat ditanyai tentang kesiapan masalah sembako dan kebutuhan lainnya.

Baca Juga :  Kotor, Pengunjung Malas ke Pasar

”Saya sampaikan dalam rakor itu, untuk masalah sembako dan tarif tidak terdapat masalah. Kalau pun ada peningkatan harga daging melebihi harga HET, itu sudah sesuai kebutuhan antarpenjual dan pembeli,” ucapnya.

Hanya saja, kata dia, soal peredaran air kaleng saat ini, di seluruh kabupaten se Kepri pihaknya tidak memberikan catatan penting di depan Polda dan Gubernur Kepri saat rapat itu. Menurut dia, soal air kemasan kaleng ini sudah ada catatan di Bea Cukai. Dirinya menyampaikan berapa jumlah yang beredarnya pun sudah menjadi catatan mereka. ”Di Disperindag tidak mengawasi soal itu. Sebab sudah ada intansi terkait seperti BPOM dan Beacukai,” tukasnya. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here