Jelang Musrenbang, Dalmasri Buka Konsultasi Publik

0
554
WAKIL Bupati Bintan H Dalmasri Syam memukul gong, di sela membuka konsultasi publik, di Bhadra Resort & Convention, Km 25, Toapaya, Kamis (8/3) kemarin.f-istimewa/kominfo bintan

TOAPAYA – Pemkab Bupati Bintan membahas hasil Musrenbang kelurahan/desa dan kecamatan, sebelum melaksanakan Musrenbang tingkat kabupaten. Langkah ini dilakukan dalam konsultasi publik, sebagai rancangan awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2019, di Bhadra Resort & Convention (perubahan nama Hermes Agro) Km 25, Toapaya, Kamis (8/3) kemarin.

Konsultasi publik ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam. Kegiatan yang ditaja oleh Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Bintan ini dihadiri pimpinan FKPD, OPD, camat dan para tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Remaja Masjid Dilatih Cara Penyelenggaraan Jenazah

Kepala BP3D Bintan Wan Rudi Iskandar menjelaskan, konsultasi publik ini merupakan tahapan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dari tingkat kelurahan/desa dan kecamatan. Hasilnya, dirumuskan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Bintan nanti. Pembahasan dari konsultasi publik ini sebagai pedoman bagi setiap OPD dalam melakukan penyusunan rancangan rencana kerja (Renja) untuk tahun anggaran 2019.

Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam menyampaikan, prioritas pembangunan tahun 2019 harus benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat, dan sesuai visi misi pembangunan 2016-2021 Kabupaten Bintan.

Baca Juga :  PLN Kecewa Syahbandar Tahan Kapal Gas

”Makanya konsultasi publik rancangan awal RKPD ini, kita hadirkan seluruh OPD dan masyarakat. Untuk bermusyawarah melakukan aktualisasi terhadap perkembangan perubahan zaman, serta mengidentifikasi isu-isu pembangunan skala lokal, regional maupun nasional serta internasional,” jelas H Dalmasri Syam.

Perencanaan pembangunan, tegas Wabup, harus didasari mekanisme pasar, sesuai dengan kebutuhan dan berkeadilan. Ini perlu ditekankan. Karena masyarakat Bintan telah mampu menilai kualitas pembangunan, melalui perencanaannya. Justru itu, OPD lebih kreatif dan membuka ruang inovasi, dan segera melakukan inisiasi di lingkungan organisasinya. ”Buat program yang memiliki sasaran kepada kepentingan masyarakat,” tegas H Dalmasri Syam. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here