Jelang puasa Pemprov Kepri Cek Kualitas Daging

0
121
Drh Honismandri saat mengecek kualitas daging segar di pasar tradisional pasar baru I Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Tim Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Pemprov Kepri menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke lapak pedagang daging segar di wilayah Tanjungpinang, Rabu (16/5) pagi kemarin.

Mereka turun ke pasar-pasar untuk memeriksa kesehatan daging yang dijual apakah mengandung pengawet atau tidak. Dari hasil sidak itu, petugas tidak menemukan daging berpengawet.

Sebelumnya pada pukul 03.00 pagi, tim yang dipimpin Kepala bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh Honismandri itu meninjau Tempat Pemotongan Daging (TPD) di kawasan Tanjungpinang-Bintan.

Tak hanya di TPD, beberapa kios pedagang di pasar Tradisional Bintan Centre dan Pasar Baru Tanjungpinang pun turut didatangi tim ini. ”Operasi ini sebagai langkah awal mencegah peredaran daging yang tak layak dikonsumsi masyarakat, jelang bulan suci Ramadan,” ujar Honismandri.

Dari aksi mereka pagi itu, beruntungnya tak ditemukan daging segar yang tercemar bahan pengawet berbahaya formalin. Tim Karantina hewan yang ikut serta pun memastikan, bahwa daging sapi maupun ayam yang dijual pedagang bebas dari bahan pengawet.

”Tahun lalu, kita masih ada temukan misalnya ayam yang dipotong namun tak sesuai kaedah Islam, kali ini para pedagang sepenuhnya sudah cerdas,” timpal Drh Ana Dela didampingi tim karantina hewan.

Ana Dela menceritakan, bahwa dari pantauan tim yang turun saat ini, pihaknya bersama karantina hewan sempat mengumpulkan sampel daging baik ayam maupun sapi. ”Sampel daging ini kami ambil untuk diuji di laboratorium,” jelas Ana.

Tak hanya itu, sampel yang dikumpulkan di laboratorium dan diteliti ini, nantinya akan disampaikan ke masing-masing pedagang. ”Kita sangat apresiasi para pedagang, bahwa tidak ada lagi daging yang sengaja dijual terendam air. Sekarang kita perhatikan tidak ada lagi, karena biasanya kalau daging yang terendam saat dijual ke pedagang biasanya mengandung bahan berbahaya, alhamdulillah sekarang tidak lagi,” papar Ana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Pemprov Kepri Ahmad Izhar yang juga hadir menyampaikan, bahwa sekitar puluhan pedagang baik pedagang yang menjual ayam serta daging dsegar dan beku dicek kesehatannya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengecek stabilitas harga di pasaran. Berdasarkan pantauannya, harga ayam saat ini masih rata-rata Rp36 ribu sampai Rp38 ribu sekilo.
Bahkan harga daging segar dan beku dipasarkan mulai Rp80 ribu sampai Rp90 ribu, bahkan sapi segar dijual mulai Rp145 sampai Rp150 ribu sekilo. ”Kita mengimbau agar para pedagang tidak seenaknya menaikkan harga, apalagi di atas harga rata-rata yang sudah ditetapkan pemerintah,” tegas Ahmad Izhar. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here