Jelang Salat Isha, Rumah Desi Terbakar

0
654
HANGUS: Desi mengendong anaknya di tengah puing-puing rumahnya yang terbakar. f-raymon/tanjungpinang pos

Alamak… Mobil Damkar Tiba Setelah Api Padam

Senggarang – Rumah Desi (32) yang tinggal di Jalan Simpang Lampu Merah Kelurahan Senggarang, hangus terbakar, Senin (13/3) sekitar pukul 19.30. Diduga pi muncul akibat arus pendek lilstrik. Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta.

Desi pemilik rumah, mengatakan, awalnya di rumah sedang mati lampu. Karena mati lampu, ia dan anaknya pergi ke rumah saudara yang berada belakang rumah untuk membantu membuat kue.

”Rumah saya kebakaran, saat saya sedang membantu saudara bikin kue. Kebakaran diketahui oleh tetangga, ia berteriak minta tolong ada kebakaran,” kata Desi, kemarin.

Kebakaran awalnya diketahui oleh tetangga korban, yang melihat titik api dari meteran listrik langsung berteriak kebakaran. Desi menyebutkan, api cepat merambat langsung membesar dan menjalar ke dalam rumah dan wargapun langsung berdatangan.

Nunung, tetangga Desi menyebutkan, saat kebakaran mereka hendak salat Isya. Mereka terkejut mendengar teriakan orang minta tolong akrena ada kebakaran di rumah Desi.

Sontak saja warga berdatangan dengan membawa peralatan seadanya berupa dengan ember dan memanfaatkan air sumur.

”Cuman ada tiga orang waktu pertama memadamkan api. Desi juga ikut membantu untuk memadamkan api. Kita siram hanya menggunakan air pakai ember,” sebutnya.

Api mulai tampak besar baru warga lain berdatangan, dengan bantuan mesin robin milik warga dan menyemprotkan air ke dalam, dari situ api mulai padam tetapi barang-barang di dalam sudah habis terbakar.

Nunung menjelaskan, cukup lama untuk memadamkan api ada sekitar dua jam baru mobil Damkar datang membatu memadamkan api. Saat itu tinggal 25 persen saja kebakaran yang tersisa.

”Tinggal asap saja mobil Damkar baru datang, ada empat mobil yang datang,” jelasnya.

Waktu kejadian suami Desi yang bernama Boby Aji (38) sedang tidak berada di rumah. Boby hanya bisa mengelus dada saat melihat rumahnya sudah gosong.

”Saya sedang nyondong di tengah laut, kejadian itu diketahuinya dari kawan yang memanggil dirinya ditengah laut,” ungkap Boby.

Bobby menyebutkan, dapat kabar kebakaran dirumah, langsung lari pontang panting menuju rumah tetapi sesampai di rumah tapi api sudah padam dan rumah sudah gosong.

”Semua barang-barang hangus, yang tertinggal hanya pakaian di badan,” bebernya.

Saat ini dirinya beserta ketiga anaknya menumpang dirumah saudara. Ia mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk membantu atas peristiwa yang melanda keluarganya.

”Kasihan anak-anak, yang paling besar kelas III SD baju sekolah dan buku sudah terbakar,” ujarnya.

Ia berharap agar pakaian sekolah anaknya, bisa dibantu oleh pemerintah, supaya anaknya kembali sekolah. (Raymon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here