Jelazah Mimpi Muhawiyah

0
166
CINDAI

PERJALANAN yang paling menyulitkan bukan menyeberangi ngarai-ngarai atau pun melayari samudera-samudera. Juga bukan menaklukkan terjal lereng-lereng dan pula tebing-tebing curam.

Satu perjalanan yang paling menyusahkan adalah jelajah ke alam bernama mimpi. Namun, ingat, itu akan selalu mengesankan.

Konon, jelajah ke alam tak kasatmata itu menawarkan kesan yang lebih dari sejuta. Bermandikan cahaya sarat warna. Kuning. Merah. Biru. Hijau. Nila. Jingga. Sampai mata kita terpesona lantas terperdaya menyaksikan apa yang ada di hadapan sambil menanyakan: inikah realita?

Sungguh tiada tara. Sebuah sensasi yang akan selalu kaupinta sekali dan sekali lagi. Sebab mimpi, kata orang-orang bijak itu, membawa raga dan jiwamu ke sebuah dimensi nirperi. Tidak ada ketakutan di sana. Tidak ada dinding-dinding yang membatasi.

Muhawiyah, kamu sebebas-bebasnya. Melompat dari warna ke warna tanpa memedulikan sayap di punggungmu. Kamu berjingkatan ceria, meledak tawa, dan yang ada cuma sukacita.

”Aku perlu ke sana, aku perlu menjelajahi mimpi-mimpi itu,” ucapmu.

Siapkan jiwamu. Kelak itu yang akan menjadi perahumu pada pelayaran tak berujung pada warna-warna tanpa nama. Di mimpi-mimpi itu kamu akan tahu bahwasanya kehidupan yang sebenar-benarnya sedang kita jalani bersama ini sekadar lintasan atau anak tangga atau alur sungai yang mesti dilalui bermodalkan bahagia.

”Serupa langit,” katamu, “dan banyak bintangnya.”

Kerelaan. Keberanian. Kesungguhan. Kelak mimpi-mimpi yang pernah kau jelajahi itu akan kembali lagi. Padamu. Cuma padamu. Mewujud dimensi nyata yang kita sebut realitas. Selamat menjelajah, Muhawiyah!***

Nama : Siti Muhawiyah
TTL : Tanjungpinang, 31 Maret 2002
Alamat : Lome Km. 42 Bintan
Sekolah : SMAN 1 Teluk Bintan
Instagram : @sitimuhawiyah31
Buku Bacaan : Mimpi-mimpi May karya Marhalim Zaini

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here