Jelita Sejuba Sukses Ditayangkan

0
291
BUPATI Natuna Hamid bersama ibu usai nonton Jelita sejuba di Jakarta belum lama ini. f-istimewa

NATUNA – Sejak dimulainya pemutaran film Jelita Sejuba (JS) di gedung Sri Serindit, Ranai pada 15 Juli 2018 lalu, film tersebut sempat menarik hati masyarakat Natuna untuk menontonnya. Sejak awal pemutaran, berhasil menarik minat penoton yang merupakan masyarakat Natuna.

Namun, setelah sepekan berlalu pengunjung yang hadir untuk menonton pemutaran film JS sudah mulai sepi dan terlihat hanya beberapan orang saja. ”Awal-awal saja ramai, tapi setelah seminggu berlalu antusias masyarakat Natuna sudah mulai luntur. Makanya sekarang aja sepi,” ucap Warman, Warga Ranai, Kamis (26/7).

Ia mengatakan, bahwa dirinya sudah menonton sebanyak 2 kali dan pertama waktu pemutaran perdana film JS di beberap bioskop di Jakarta dan satu lagi bersama istri dan anak di Gedung Sri Serindit. ”Kita dah bosen bang, sudah dua kali nonton. Waktu di Jakarta dan sama di Natuna ketika diputar tanggal 15 Juli lalu,” ucapnya.

Sementara, salah satu kru pemutaran film JS yang berada di Gedung Sri Serindit yang tidak disebutkan namanya mengatakan, bahwa jumlah penonton sejak awal sangat menjanjikan sekali. Namun, setelah berjalan waktu mulai sepi. ”Alhamdulillah bang, sejak awal lumayan hasilnya. Namun, kesininya tetap ada, tapi tidak ramai seperti pada awal pemutaran,” ujarnya.

Ia berharap mudah-mudahan pada penutupan nanti bisa ramai seperti awal pemutaran film JS. Sebelumnya, Bupati Natuna Hamid Rizal dan Ibu Negara Sinta Nuriyah bersama tokoh-tokoh seni tanah air lainnya nonton bareng (Nobar) tayang perdana Film Jelita Sejuba pada acara Gala Premiere Jelita Sejuba di Epicentrum Walk di Jakarta belum lama ini.

Dalam sambutannya pada saat itu, Bupati Hamid mengapresiasi suksesnya pembuatan film yang telah memilih latar lokasi di Kabupaten Natuna itu. ”Pertama sekali, terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang turut berperan mensukseskan terciptanya film ini. Kemi senang sekali dengan kehadiran film ini di tanah air,” kata Bupati Hamid.

Film ini diyakininya dapat mendatangkan nilai tambah bagi promosi daerah, sehingga Natuna ke depan akan lebih dikenal di Indonesia sebagai wilayah perbatasan yang memiliki berbagai potensi sumberdaya alam.

”Dengan ini Natuna akan semakin terkenal bahwa Natuna memiliki sumberdaya alam yang banyak seperti migas, perikanan dan pariwisata, serta tatanan sosial budaya melayu yang identik dengan keramahan,” sebutnya.

Eks Produser Film Jelita Sejuba, Kristinawati ketika itu juga menyampaikan bahwa film pertama yang diprakarsainya merupakan salah satu bentuk persembahan bagi Indonesia melalui kisah romansa seorang personil TNI yang menjalin cinta dengan gadis pribumi diwilayah perbatasan NKRI. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here